MONJALI DESTINASI WISATA YANG SEMAKIN SEKSI : Dipercantik Ratusan Lampion, Kuliner dan Odhong-odhong

share on:
Ratusan lampion memperseksi pelataran Monjali | Foto : Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Monumen Jogja Kembali (Monjali) Yogyakarta termasuk menjadi salah satu destinasi wisata yang favorit. Kini kian ‘seksi’, dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara.

Maklum, sebagai tujuan wisata sejarah dan pendidikan, Monjali sejak beberapa tahun lalu memang melakukan penambahan kelengkapan. Sekeliling pelataran bangunan monumen utama dihiasi ratusan lampion, sehingga pada malam hari terlihat lebih indah. Di antara lampion itu berupa wajah-wajah para Presiden RI sejak Soekarno sampai Joko Widodo.


Humas Monjali Abdul Rouf | Foto : Agung DP

“Sekarang, khususnya pada malam hari memang lebih indah karena dihiasi lampion,” ujar Humas Monjali, Abdul Rouf, Minggu (30/12/2018).

Abdul Rouf mengatakan, di antara deretan lampion-lampion itu juga terdapat kedai-kedai kuliner yang menyediakan menu makanan beragam dengan harga relatif murah. Selebihnya pihak pengelola menyediakan pula Odhong-odhong yang harga sewanya Cuma Rp 25 ribu.

Semua penambahan kelengkapan rekreasi tersebut memang untuk lebih memanjakan dan mendongkrak jumlah pengunjung. Terbukti kunjungan wisatawan Monjali Tahun 2018 stabil mencapai 300 ribu orang. Dari jumlah itu, delapan puluh persen didominasi pelajar maupun anak-anak dari luar daerah.

Adapun jam operasional Monjali dibuka mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB, dengan tiket masuk masih terjangkau bagi pengunjung yakni Rp 10 ribu.

“Pengunjung dapat menambah wawasan sejarah, khususnya tentang bagaimana para tokoh-tokoh pahlawan kita di masa lalu melakukan perjuangan dalam merebut dan mempertahankan NKRI dari kelicikan Belanda,” terangnya.


Salah satu diorama di Monjali | Foto : Met

Kenapa demikian? Karena di dalam bagunan monumen tersebut terpampang diorama perjuangan para pahlawan, khususnya semasa agresi Belanda di wilayah Yogyakarta.

Sementara memenuhi permintaan pengunjung terutama dari luar daerah, maka sejak 23 sampai 30 Desember 2018, pihak pengelola menambah jam operasional atau jam kunjungan dari pukul 19.00 sampai 21.30 WIB. “Kami selalu mencoba menambah pelayanan diantaranya menyediakan tempat untuk selfie, pemutaran film dokumen asli peristiwa Serangan Oemoem  1 Maret di Yogyakarta,” tandasnya. (Agung DP)

 

 

 

 


share on: