Yogyapos.com (BANTUL) - Sekalipun masih terkendala, namun Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 6 atau Matsanaba Bantul mensukseskan Masa Ta'aruf Siswa Madrasah atau Masa Orientasi Sekolah(MOS) Tahun Ajaran 2020/2021 yang dilaksanakan secara virtual, Senin-Rabu (13-15//7/2020).
"Dari beberapa kendala yang kami alami adalah sekitar 35 persen siswa tidak diperkenankan mempergunakan handphone (HP). Ini karena mereka secara kebetulan juga sebagai santri di pondok pesantren yang memang ponpesnya memberlakukan larangan mempergunakan HP kepada para santrinya. Kendala kedua yaitu belum berani dan bisa mengalihkan dana BOS untuk biaya kouta HP para siswanya dalam MOS,” kata Kepala MTs Negeri 6 Bantul, Mafrudah SAg MpdI kepada yogyapos.com, Rabu (15/7/2020).
Menurut Mafrudah, kebetulan secara kewilayahan MTs N 6 Bantul berada di daerah Wonokromo yang merupakan daerah santri (Pondok Pesantren). Maka sebagian siswa MTs ini juga sebagai santri di ponpes yang memang memberlakukan aturan larangan bahwa para siswanya tidak diperkenankan menggunakan HP. Jadi secara otomatis pada saat MOS para siswa siswi juga tidak menggunakan HP. Selain itu para orang tua atslaupun siswa terpaksa harus mempunyai dan menyediakan HP yang bisa untuk dipergunakan sistem daring.
Solusi yang ditempuh oleh MTs N 6 Bantul yaitu sistem pemberian tugas kepada para siswa yang dilarang mengenakan HP dengan sistem non daring yaitu dengan cara penugasan secara rertulis tanpa tatap muka. Dengan sistim ini, maka petugas dari ponpes terpaksa harus mengambil daftar materi dan setelah dikerjakan oleh siswanya, harus dikumpulkna kembali ke sekolah (madrasah).
Kendala selanjutnya, adalah hingga kini MTs ini belum berani mengalokasikan dan mengalihkan dana BOS untuk para siswa yang melakukan MOS secara daring. Meski sebenarnya berdasarkan aturan tertentu, misalnya SKB 4 Menteri tentang pencegahan Covid-19, pengalihan anggaran itu diperbolehkan.
"Ini bukan berarti pihak MTs N 6 Bantul tidak mau merealisasikan pengalihan dana itu. Namun kinu belum berani karena dengan alasan khawatir menjadi permasalahan di kemudian hari karena dianggap melanggar ketentuan yang ada. Untuk merealisasikan anggaran itu, maka kami para kepala MTs sudah berembuk. Diharapkan nantinnya bisa segera merelisasikannya setelah melakukan konsultasi dengan pihak yang berkopenten,” ujar Mafrudah.
Dijelaskan, pada UN yang lalu, para siswa kelas 9 (peserta ujian) yang mengikuti ujian melalui daring, sudah direalisasikan pemberian bantuan anggaran untuk kouta.
Menjawab pertanyaan inovasi atau program unggulan apa yang dilakukan oleh MTs N 6 Bantul, Mafrudah menyatakan, pihaknya sedang melakukan dengan menerepkan ke satu PTSP CERMAT (Pelayanan Satu Pintu, Terpadu, Cepat, Ramah, Mudah dan Tuntas). Kedua IMAM (Infaq Matsanaba/Madrasah Tsanawiyah Enam Bantul). Ketiga TAPBAH (Tanfidz, Prospektif, Chithobah). Keempat Matsanaba Dicintai di Hati, Matsanaba Mendidik Dengan hati). Kelima MBSL (Madrasah Bebas Sampah Plastik). Keenam PRESENTASI (Prestasi Setiap Siswa, Setiap hari). Tujuh BUTERA (Budaya Listerasi). Kedelapan PERAK (Pengajian Rutin Akhad Kliwon). Sembilan SATRIA (Sabtu Ceria) dan yang ke sepuluh MITRA (Menjalin Interaksi Jaringan Kerja). (Supardi)
