Nasyiatul Aisyiyah Konsisten Tingkatkan Kontribusi bagi NKRI

share on:
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini (kiri)) dan Drs M Afnan Hadikusumo dalam 'Sosialisasi Empat Konsesus Berbangsa dan Bernegara', di Gedung Muhammadiyah Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Rabu (27/3/2019) malam | YP/Affan

Yogyapos.com (YOGYA) - Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah (PPNA) sebagai organisasi kaum perempuan yang bernaung di bawah Muhammadiyah tak akan surut berkontribusi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satunya, saat ini banyak kader NA yang terlibat dalam dunia politik.

“Kontribusi di dunia politik ini mengalami peningkatan sampai 10 persen. anggot. NA memang harus ambil peran strtegis tersebut,” ujar Ketua Umum PPNA Diyah Puspitarini dalam acara ‘Sosialisasi Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara’ yang diadakan PPNA bekerjasama dengan MPR RI, di Aula Gedung Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Rabu (27/3/2019) malam.

Ikut memberikan sambutan dalam acara tersebut antrara lain Istianah ZA (anggota DPRD RI 2009-2014), Noor Aan Muhlishoh (Komisioner KPUD Sleman Periode 2018-2023)dan Anggota MPR RI Drs M Afnan Hadikusumo.

Diyah menjelaskan, perempuan sebagai pendidik pertama dan utama dalam keluarga menjadi harapan dalam menciptakan generasi yang diharapkan bagi bangsa, negara dan agama.

Keyakinan beragama yang lebur dengan nilai budaya Indonesia adalah potensi kekuatan bangsa dalam mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Tentunya, selain meningkatkan kapasitas lembaga dan penguatan kemandirian ekonomi kader dan program internal lainnya, NA juga memiliki sejumlah agenda eksternal seperti penguatan kebijakan negara yang melindungi perempuan dan anak serta penguatan budaya Islam berkemajuan.

"Ini dilakukan untuk menghadapi masyarakat ekonomi Asean dan segala bentuk komunikasi dan transaksi global," terang Diyah. 

Karenanya, NA terus meningkatkan kualitas segala potensi dan mencari inovasi yang mutakhir dalam pemberdayaan kadernya, di antaranya pendidikan parenting dan pelatihan berbagai usaha.

Sementara itu, anggota MPR RI Drs M Afnan Hadikusumo menyampaikan, sudah semakin banyak perempuan Indonesia yang memiliki prestasi di berbagai bidang, bahkan tidak sedikit pula yang menjadi pemimpin atau tom leader di berbagai bidang pekerjaan. “Kita tidak lagi mendengar adanya diskriminasi terhadap perempuan di Indonesia. Selain itu kaum laki-laki juga semakin menyadari dan menghargai posisi perempuan,” kata Afnan Hadikusumo. 

Dalam konteks nasionalisme, Afnan menegaskan bahwa NA sebagai organisasi kaum perempuan, juga memiliki peran penting untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Antara lain dengan menjauhkan diri dari tindakan penyebaran hoax dan penyampaian fitnah yang saat ini sedang marak,” terang Afnan.

Menurutnya, dalam dunia politik anggota NA sudah banyak mengalami kemajuan. Terjadi peningkatan jumlah anggota NAdi Indonesia yang menjadi anggota DPR, baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi maupun nasional. 

"Karena itu saya mengajak NA khususnya dan seluruh perempuan Indonesia untuk berperan aktif menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Hal itu sesuai dengan khittah yang diemban oleh NA sejak dilahirkan dulu, yakni berjuang bagi NKRI. (Afn


share on: