New Normal Sulit Diterapkan di Lingkungan Ponpes

share on:
Durori SPdI MPd || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Kepala Madrasah Aliyah (MA) Al Imdad Pajangan, Durori SPdI MPd menilai konsep New Normal yang diwacanakan pemerintah bakal sulit diterapkan di lingkungan pondok pesantren (ponpes). Bilapun diberlakukan, harus dikaji lebih mendalam oleh stakeholder terkait.

Durori menyebutkan, selama pandemi Corona ini pihaknya melakukan kegiatan belajar mengajar secara online. Hampir 70 persen santri berada di rumah masing-masing. Sisanya tertahan di asrama.

“Saat ini kami memiliki sekitar 900 santri. Secara umum sangat mendukung konsep new normal yang hendak digulirkan. Namun untuk diterapkan di lingkungan pondok bakal sulit. Lantaran perbedaan sistem belajar dengan sekolah konvensional. Selama pengajaran online kami juga merasa kurang optimal. Masih kami godog sistem untuk pembelajaran santri di situasi saat ini,” kata Durori saat ditemui yogyapos.com, di MA Al-Imdad Guwosari Pajangan Bantul, Senin (1/6/2020).

Menurut pria yang menjabat Sekretaris KNPI Bantul ini, sistem pembelajaran di asrama sangat jauh berbeda dengan sekolah pada umumnya. Hampir setiap hari santri selalu kontak fisik. Untuk menerapkan physical distancing secara ketat memang agak sulit. “Namun kami berusaha mengikuti anjuran protokol kesehatan dari pemerintah. Hingga saat ini kegiatan belajar mengajar masih diliburkan. Masih menunggu surat edaran dari Kanwil Agama DIY. Jika pun pada bulan Juni ini mulai kembali beraktifitas belajar mengajar, waktunya sangat mepet sekali dengan tahun ajaran baru. Kami pun coba mengusulkan tahun ajaran baru dimulai pada awal 2021,” imbuh Durori yang siap maju sebagai bakal calon Lurah Sendangsari. (Dol)

 

 

 


share on: