Ngalap Berkah di Garebeg Maulud Kraton Yogyakarta

share on:
Ribuan masyarakat berdesakan merayah gunungan hasil bumi Grebeg Maulud yang berada di pelataran Masjid Gedhe Kauman || YP/Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Prosesi garebek maulud yang diadakan setiap tanggal 12 Rabiulawal sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dijubeli ribuan masyarakat dari seantero nusantara, Minggu (10/11/2019). Mereka sudah berada di seputaran Alun-alun Utara sejak pagi, bahkan tak sedikit diantaranya datang sejak dini hari sebelumnya dan menginap di sekitar masjid Gedhe Kauman demi ngalap berkah berebutkan ubo rampe gunungan yang diarak keesokan harinya.

Agenda ini merupakan pungkasan rangkaian Hajad Dalem Sekaten 2019 Kraton Yogyakarta. Kali ini pihak Kraton Yogyakarta membuat 5 jenis gunungan yang nantinya diarak oleh para abdi dalem menuju ketiga tempat berbeda. Yakni, Masjid Gedhe Kauman, Puro Pakualaman serta Kepatihan. Kelima gunungan tersebut yaitu: Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat dan Gunungan Pawuhan.

Kabag Humas dan Protokol Asetda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan, gunungan adalah simbol kemakmuran Kraton Yogyakarta, yang dibagikan kepada masyarakat. “Banyak yang beranggapan jika mendapat rayahan hasil bumi dalam gunungan tersebut, akan memperoleh berkah,” ujar Ditya singkat.

Sekitar pukul 10.00, kelima gunungan keluar dari Pagelaran Kraton dengan diarak ratusan prajurit dan abdi dalem. Setiba di pelataran Masjid Gedhe Kauman, seorang abdi dalem membacakan doa keselamatan dan kesejahteraan. Hanya dalam hitungan menit, gunungan yang disusun dari hasil bumi tersebut ludes menjadi rayahan ribuan masyarakat yang telah menunggu sedari pagi.

Sumantoro (55) warga asal Klaten mengaku sudah tiba di Alun-alun Utara sejak pukul 06.00. Dirinya rela berdesak-desakan dengan masyarakat lain untuk merayah gunungan Garebeg Maulud. “Kali ini saya dapat kacang panjang dan kubis. Tahun lalu saya memperoleh wortel, lombok dan terong. Mugi pinaringan berkah,” ujar Sumantoro saat ditemui Yogyapos.com di pelataran Masjid Gedhe Kauman.

Sementara itu pada Sabtu (9/10) malam telah dilaksanakan prosesi Kondur Gongso di Serambi Masjid Gedhe Kauman, yang dipimpin langsung oleh Sri Sultan HB X. Mengenakan sorjan bermotif cerah, Sultan HB X lantas bersila menghadap arah timur dan membacakan riwayat Nabi Muhammad SAW secara runut dengan bahasa Jawa.

Abdi Dalem Kraton Pengulon KRT Kamaludiningrat mengungkapkan, pasca pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW, Sultan HB X didampingi Paku Alam X beserta kerabat Kraton yang lain lantas menyebar udhik-udhik bagi abdi dalem di serambi Masjid Gedhe Kauman. “Udhik-udhik biasanya berupa bunga kanthil, uang koin serta biji-bijian. Sedangkan pada dinihari, kedua gamelan Kyai Guntur madu dan Kyai Nagawilaga dibawa kembali masuk ke dalam Kraton, setelah kedua gamelan tersebut dimainkan selama 1 minggu di Pagongan Lor Masjid Gedhe Kauman,” tutur KRT Kamaludiningrat.  (Dol)

 


share on: