Yogyapos.com (KULONPROGO) – Keberadaan bandara baru di Kulonprogo yang rencananya akan beroperasi pada April 2019, secara tidak langsung menempatkan Puncak Kleco sebagai buffer (destinasi penyangga) Candi Borobodor yang amat strategis. Selain di tepi jalur wisata baru, juga didukung oleh alam yang indah dengan potensi seni tradisi yang unik dan jejak sejarah yang terkenal.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Dra Niken Probo Laras SSos MH mengatakan hal itu saat ikuti gelar tradisi Wiwit Panen dan Launching Galeri Alam Puncak Kleco di Purwoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, Minggu 30 Desember 2018.
"Dengan segala potensi khas yang dimiliki Puncak Kleco, saya yakin ini akan menjadi destinasi yang akan banyak diminati wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya yakin.
Antara bandara, Puncak Kleco dan Borobudur bisa menjadi pola wisata yang terkait dan saling menguntungkan. Oleh karena itu, perlu kerja keras untuk tidak saja melestarikan warisan tradisi yang ada, tetapi juga mengelola dan mengembangkannya secara terpadu.
"Bapak Bupati mengagendakan selama 2019 ada 50 event pariwisata berskala nasional dan internasional di Kulon Progo. Dengan keberadaan Puncak Kleco yang unik dan strategis ini saya yakin target itu bisa kita penuhi,” katanya seraya berpesan agar segenap pengelola wisata memperhatikan dan menerapkan betul Sapta Pesona.
Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DIY Ir Aris Riyanta mengatakan, Puncak Kleco memiliki keindahan yang mempesona. Suasana yang alami dengan dukungan tradisi yang kuat berupa wiwit panen, menjadikan Puncak Kleco memiliki posisi yang istimewa. "Sebagaimana isi geguritan yang dibawakan LKJ Sekar Pangawikan pimpinan R. Bambang Nursinggih tadi, isinya sangat bagus, sarat pesan moral dan penuh filosofi," ungkapnya.

Di dalamnya, tandas dia, ada kearifan lokal bagaimana hidup manusia di dunia dalam hubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Dari situ kita bisa bangun hidup yang guyup rukun.
Dari Puncak Kleco kita bisa belajar apa yang ingin diwujudkan harus dilalui dengan kebersamaan, gotong royong, guyub rukun. “Oleh karena itu mari bersama merawat adat budaya tradisi, nilai luhur untuk kita jadikan bekal perjalanan, pintanya. Kalau sekedar selfie kesannya yang diambil wisatawan dari potensi Puncak Kleco tak banyak. Namun, dengan dukungan alam dan adat akan menjadi bagian pariwisata yang memiliki daya tarik tersendiri," harapnya.
Puncak Kleco telah memberikan inspirasi bagi pengembangan desa wisata bagi daerah lain, tandasnya. Acara Wiwit Panen dan Launching Galeri Alam Puncak Kleco diikuti seluruh warga Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo, Asita Yogyakarta, komunitas fotografi, seniman, sastrawan, Muspika Samigaluh, perangkat Desa Purwoharjo, dan dinas terkait di Pemkab Kulon Progo.(Udi)
