Yogyapos.com (JAKARTA) - Media Independen Online (MIO) Indonesia sebagai organisasi bernaungnya perusahaan pers berbasis digital atau online akan menyelnggarakan Musyawarah Nasional (Munas) ke-1, pada November 2022.
“Demi menjalankan organisasi yang harus taat AD/ART, saya selaku Ketua Umum beserta seluruh jajaran Pengurus Pusat MIO, segera akan menggelar Munas ke-1 pada bulan November 2022 mendatang,” ujar Ketua Umum MIO, Prayogie, di Sekretariat kawasan Cempaka Putih, Kamis (8/9/2022).
Prayogie berharap penyelenggaraan Munas ke-1 tersebut seyogianya dapat dijadikan momentum untuk mengaktualisasikan semua gagasan, ide, pemikiran serta rencana-rencana brilian yang dimiliki seluruh anggota, khususnya para kandidat Ketua Umum, guna membangun MIO kearah yang baik lagi.
MIO didirikan pada 10 November 2020, diinisiasi oleh 11 wartawan. Hingga kini kepengurusan wilayah tersebar di 18 provinsi, dan kepengurusan daerah ada di 79 kabupaten/kota.
Selain agenda pemilihan Ketua Umum, Munas juga dimaksudkan untuk menguatkan struktur organisasi serta mengevaluasi kinerja yang telah dicapai. Sebagai bentuk ketaatan pada AD/ART. Maka MIO Indonesia akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta,”
“Penyelenggaraan Munas Ke-1 MIO, selain untuk menjalankan amanah organisasi. Munas juga dijadikan ajang evaluasi capaian kinerja dan program kerja pengurus pusat,” tandas wartawan senior Alumni Dialog Kebangsaan Kalangan Media Angkatan II Lemhanas RI Tahun 2014 tersebut, menegaskan.
Dihubungi terpisah, Ketua Dewan Pakar MIO Taufiq Rachman SH SSos mengapresiasi kepatuhan pengurus pusat terhadap AD/ART. Sesuai amanat akta pendirian, pengurus yang sekarang, diberi waktu paling lama 3 tahun untuk melaksanakan Munas. “Alhamdulilah pada 10 Nopember 2022 nanti, MIO sudah akan merealisasikan acara Munas tersebut,” ujarnya.
Sebagaimana lazimnya sebuah organisasi, lanjut tokoh pers nasional dan mantan Ketum IPJI itu menyebut, Munas akan mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan Ketua Umum dan jajarannya selaku eksekutif yang menjalankan organisasi.
“Oleh karenanya Munas juga akan memilih dan menetapkan Ketua Umum dan pengurus pusat periode 5 tahun ke depan sesuai AD/ART. Nantinya keputusan Munas 1, akan dinotariatkan dan dilaporkan ke Kemkumham RI”, tandas Taufiq.
Munas adalah menjadi forum tertinggi organisasi, yang berwenang menyempurnakan AD/ART, membuat program serta mengesahkan kepengurusan pusat.
“Dari jaringan yang dimiliki MIO tersebut, kami berharap bisa menghadirkan perwakilan pemerintah, Menkominfo dan petinggi Dewan Pers dalam gelaran Munas nanti,” usul Taufiq.
Senada dengannya, salah satu pembina MIO Mayjen (Pur) H Asep Kuswani SH SMi (Han), juga memberikan apresiasinya atas rencana penyelenggaraan Munas.
“Itu berarti DPP patuh pada AD/ART organisasi,” ujar Mayjen (Pur) H Asep Kuswani yang berdomisili di Bandung.
Dia berharap, Munas ke-1 MIO tersebut dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Serta apapun hasil yang diputuskan Munas, harus dihormati oleh semua pihak. Terlebih karena putusan yang kuorum di Munas memiliki legitimasi dan mengikat.
“Saya berharap usai penyelenggaraan Munas ini, MIO harus menjadi organisasi pers berbasis online yang terdepan. Oleh karenanya dibutuhkan sinergi pengurus dan anggota yang solid,” harapnya. (*)
