Yogyapos.com (YOGYA) - Pengumpulan dana peduli Palestina mewarnai acara dalam Syawalan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) DIY, di Kantor PW NU DIY, Jalan MT Haryono Yogyakarta, Minggu (23/5/2021).
“Semua dana yang terkumpul kali ini Rp 50 juta akan diserahkan untuk memperingan beban bangsa Palestina melalui LAZIZNU. Kami terus menghimbau dan juga mengupayakan agar langkah ini bisa sukses untuk membantu rakyat Palestina,” kata seorang Pengurus PW NU DIY, Fahmy Akbar Idries.
Fahmy juga membacakan pernyataan sikap PW NU DIY terkait Palestina. Intinya NU prihatin atas terjadinya tragedi Palistina. Menghimbau agar segera adanya upaya perdamaian. Nahdiyin (warga NU) diharapkan beratensi terhadap hal itu.
Sementara itu, Ketua PW NU DIY Prof Dr Nizar Ali MA, dalam sambutannya mengungkapkan halal bihalal suatu tradisi di NU yang juga dimaknai sebagai budaya.
Halal bihalal merupakan sarana kunjungan personal kemasyarakatan dan bisa secara massal dan colomunal. Dengan sebutan dan istilah halal bi halal ini adalah produk dari KH Wahab Hasbullah. Munculnya pada perteggahan Ramadhan sekitar 1948. Diketahui bahwa pada saat itu situasinya memanas setelah pemberantasan DI-TII. KH Wahab Hasbulloh (pengurus NU)oleh Presiden Soekarno diminta untuk mengadakan suatu kumpulan bersama dengan istilah halal bi halal.
“Kondisi saat itu cenderung saling menyalahkan. Maka kami menggagas harus duduk satu meja dan saling menghalalkan dan memaafkan kesalahan pihak lain, melalui hala bi halal. Maka halal bi halal dijadikan sebaga media komunikasi dan konsolidasi dari berbagai
golongan agar bersatu,” jelasnya.
Pada kesempatan ini juga dilakukan pengamalan (doa) Hizib Nashar untuk kemenangan Palestina dipimpin oleh Rais Syuriyah PWNU, KH Mas'ud Masduki
Sementara dalam pernyataan sikapnya, PW NU DIY mendukung penuh sikap PB NU menghimbau pemerintah Indonesia ikut melakukan upaya perdamaian.
Pada kesempatan sama, Katib Am PB NU, Gus Yahya Cholil Staquf, dalam tausyiahnya menyatakan untuk menghentikan persateruan Palestina -Israil adalah dengan cara menyerukan perdamaian. (Supardi)
