Yogyapos.com (YOGYA) - Pembangunan kota-kota hingga kabupaten di dunia wajib memperhatikan ekosistem alam dan lingkungan global. Demikian pula perencanaan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sarana dan prasana kehidupan warga dunia yang kian borderless, harus senantiasa bertumpu pada terjaganya ekosistem planet bumi dan langit yang sehat dan ramah lingkungan.
Itulah antar lain yang mengemuka dalam Outlook Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) for Indonesia 2019 yang berlangsung di Grha Suara Muhammadiyah Lantai 4, Jalan KHA Dahlan No. 107 Yogyakarta, Selasa (8/1/2019).
Acara Outlook diawali prolog Ketua MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr M Nurul Yamin, yang memaparkan perspektif potret Indonesia 2019, bahwa kemajuan zaman memasuki era industri 4.0, gelombang disruption serta perkembangan sains dan informasi teknologi yang kian canggih, membuat warga dunia dan tatanan dunia makin ‘tunggang langgang’.
Padahal, papar Nurul Amin, warga dunia dan tatanan dunia menjadi penting untuk berbenah secara serentak. Ini jika kehidupan dan kemanusiaan yang adil serta beradab, perdamaian dunia tetap ingin disemaikan untuk kesejahteraan dan keadilan warga dunia di belahan mana pun.
Nurul Amin menegaskan, perencanaan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sarana dan prasana kehidupan warga dunia yang kian borderless, harus senantiasa bertumpu pada terjaganya ekosistem planet bumi dan langit yang sehat dan ramah lingkungan.
Merujuk dinamika global dan kemajuan saintek, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkepentingan memaparkan catatan-catatan evaluatif dan optimisme bangsa Indonesia memasuki 2019, kendatipun tahun politik: Pemilu serentak Pileg dan Pilpres, menjadi bumbu dinamika demokrasi substantif negeri ini, yang patut kita rawat dan syukuri.
Kegiatan yang dipandu Bachtiar Dwi Kurniawan Sfil I MPA (Sekretaris MPM PP Muhammadiyah) juga menghadirkan nara sumber lain, Ahmad Ma’ruf SE MSi (Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah) menyoal pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial di Indonesia 2019 dalam perspektif ekonomi kerakyatan, Amir Panzuri SS (Wakil Ketua MPM PP Muhammadiyah) membahas UMKM Indonesia Era Industri 4.0 dalam perspektif kebijakan yang berpihak pada karya anak bangsa, Dr Arni Surwanti MSi (Koordinator Divisi Difabel MPM PP Muhammadiyah) tentang praksis kebijakan publik yang ramah disabilitas dan Suadi SPi MSc PhD (Divisi Pertanian Terpadu MPM PP Muhammadiyah) mengangkat kedaulatan pangan dan maritim untuk kemakmuran anak bangsa.
Adapun catatan evaluatif dan optimistik yang disampaikan Nurul Yamin meliputi bidang fokus kajian dan program pemberdayaan MPM PP Muhammadiyah di empat bidang garap yakni pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial di Indonesia, UMKM Indonesia era industri 4.0, praksis kebijakan publik yang ramah disabilitas, kedaulatan pangan dan maritim untuk kemakmuran anak bangsa. (Affan)
