Yogyapos.com (BANTUL) - Altar Ria kembali hadir menggelar pasar malam untuk menghibur warga Bantul, pada tanggal 13 Desember hingga 5 Januari. Lokasi penyelenggaraan berada di tanah lapang di Jalan Parangtritis KM.6,5. Atau persisnya di depan rumah Bupati Bantul (Kusuma Home Stay).
Altar Ria yang sudah malang melintang di ranah pasar malam di seputaran DIY-Jateng ini sudah menyiapkan sekitar 15 wahana untuk menyambut libur Natal, libur sekolah, serta libur Tahun Baru. Ragam konten hiburan musik juga akan diusung. Untuk malam tahun baru akang menyuguhkan band legendaris pelestari Koes Plus, Hoss Band. Serta ada pesta kembang api yang dijamin meriah penuh warna.
Sejumlah wahana seperti bianglala, kora-kora, ombak banyu, komedi putar, rumah hantu, tong setan, mandi bola, istana balon, odong-odong dan yang lainnya akan memanjakan pengunjung. Kondisi wahana yang aman, dan termaintenance pun menjadi prioritas bagi pihak Altar Ria. Lantaran ini menyangkut aspek keselamatan pengunjung.
Owner Altar Ria Inung Nurzani, kepada Yogyapos.com Selasa (10/12) mengatakan secara gamblang, jika agenda ini murni bisnis. Tidak ada unsur politis. Kebetulan saja pihaknya mendapat lahan di depan rumah Bupati Bantul.
“Agenda ini sudah saya rencanakan dua bulan lalu. Awalnya di Pasar Seni Gabusan, namun kami kurang sreg dengan space yang ada. Tim survey pun kami sebar untuk mencari lokasi yang representatif. Kok ya kebetulan ada lokasi cukup luas di selatan Kampus ISI. Tempatnya sangat strategis sekali, persis di pinggir jalan. Kebetulan lagi persis berada di depan rumah Pak Suharsono. Ini murni bisnis, tidak ada sangkut pautnya dengan politis ataupun Pilkada 2020. Tak dinyana, Pak Harsono pun merespon baik gelaran pasar malam mini,” jelas Inung Nurzani ditemui di gazebo Kusuma Home Stay, Selasa (10/12/2019).
Sejumlah langkah mulai dipersiapkan Inung untuk menyukseskan pasar malam tersebut. Seperti izin ke Polsek dan lingkungan sekitar, hingga sosialisasi ke warga. “Kami melibatkan warga setempat untuk pengamanan dan tugas jaga parkir. Kami juga membuka ruang seluas mungkin bagi warga yang ingin berjualan makan/minum di area tersebut. Kami ingin acara ini bisa menggerakkan roda ekonomi warga dan penggiat UKM. Jadi tidak semata-mata mengejar profit, namun ada impact positif yang dirasakan langsung warga sekitar,” imbuh Inung yang menargetkan per hari dijubeli sekitar 3.000 pengunjung. (Dol)
