Pasar Ramadhan Semarak di Bantul Disambut Positif Bupati

share on:
Pasar Ramadhan di depan Pasar Bantul bagai cendawan dimusim hujan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Waktu terus bergerak, dan tak terasan Ramadhan 1446 H telah memasuki hari kelima. Masjid-masjid dan mushola nampak ramai dikunjungi jamaah menunaikan sholat wajib maupun tarawih, serta ibadah sunah lainnya.

Seiring keramaian itu, di berbagai pelataran dan tempat-tempat tertentu juga ramai orang-orang menjajakan dan berburu makanan takjil. Kehadirannya bagai cendawan dimusim hujan. Hal ini seperti yang terlihat di depan Pasar Bantul maupun Lapangan Kanggotan, Pleret Bantul yang belum lama ini diresmikan oleh Bupati Abdul Halim Muslih

BACA JUGA: Animo Masyarakat Meningkat Kunjungi Pasar Murah di GOR Bimoseno

Selain dua tempat tersebut, lapak-lapak dangangan takjil juga muncul para di sekitar Pasar Seni Gabusan dan Pasar Niten.

Roda perekonomia rakyat bergerak di area ini || YP-Supardi

Dua pedagang yang berhasil ditemui yogyapos.com, Jumarwari (40) dan Agus (36), mengatakan jumlah konsumen secara umum cukup ramai.

BACA JUGA: Bupati Abdul Halim Tampil di Sidang Paripurna DPRD Bantul

“Baik makanan dan minuman yang kami pasarkan lumayan laku keras. Minuman harganya rata-rata Rp 4.000 atau Rp.5000 per bungkus. Makanan gorengan dengan harga Rp 2.000 juga banyak pembeli,” kata Jumarwari, Kamis (6/3/2025).

Sementara itu Wiwik (25) dan Nisa (30) selaku konsumen mengatakan, dirinya membeli makanan ke Pasar Bantul sekaligus ngabuburit alias keluar rumah menikmati pemandangan menjelang waktu berbuka puasa.

“Kami dapat jalan-jalan dan membeli kebutuhan untuk berbuka dan menunggu waktu berbuka,” ungkap Wiwik.

BACA JUGA: Koramil 04/Tempel Berbagi Takjil bagi Pengguna Jalan

Menurut Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, bahwa Pasar Ramadhan merupakan kegiatan yang positif. Selain bagian dari semarak bulan suci diharapkan juga mampu untuk memperkuat UMKM.

“Semakin banyak transaksi di berbagai Pasar Ramadhan, maka semakin baik. Itu artinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, walaupun sifatnya musiman. Lebih penting dari itu juga harapan memeroleh ridlo dan barokah dari Allah SWT,” tandasnya.(Spd)


share on: