PCNU Gunungkidul Panen Perdana Melon Premium di Cluster Wakaf Produktif

share on:

Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul menggelar Panen Perdana Melon Premium di Cluster Wakaf Produktif. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis–Sabtu (18–20/2025) ini dikemas dalam bentuk Wisata Petik Melon Perdana, menghadirkan pengalaman unik bagi masyarakat untuk menikmati segarnya melon premium langsung dari kebunnya.

BACA JUGA: Dokter Gadungan Diduga Nipu Pasien Ratusan Juta Rupiah dan Gelapkan Sertipikat

Acara tersebut semakin semarak dengan kehadiran sejumlah tamu undangan penting. Di antaranya, Perwakilan BWI Pusat Ir Arief Rohman Yulianto MM, Kepala Kanwil Kemenag DIY Dr H Ahmad Bahiej Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Gunungkidul, dr Dewi Irawati MKes, Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag DIY H Nurhuda SAg MSi, perwakilan Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Dr Abdul Qoyyum SEI MSc, serta Kakan Kemenag Gunungkidul H Mukotip SAg MPdI.

BACA JUGA: SMA Muhi Yogya Teken Mou dengan Dua Sekolah Malaysia

Program ini merupakan bagian dari Melon Premium Cluster Wakaf Produktif Gunungkidul, sebuah inovasi pengelolaan wakaf yang dikembangkan melalui pertanian modern sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Melalui wisata ini, masyarakat tidak hanya menikmati hasil pertanian, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung keberlangsungan wakaf produktif yang manfaatnya kembali kepada umat.

Dengan mengusung tema “Petik Langsung, Rasakan Kesegarannya!”, wisata ini menawarkan pengalaman berbeda. Para pengunjung diajak masuk ke area kebun melon, melihat proses budidaya melon premium, sekaligus memetik buah yang siap panen.

BACA JUGA: Gubernur DIY: Keselamatan Alam Hanya Mungkin Terwujud karena Kebijakan Manusia

Dalam ceremony panen perdana melon premium, Ketua Tanfidziyah PCNU Gunungkidul, KH Sa’ban Nuroni MA, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan acara tersebut. Beberapa lembaga yang turut mendukung di antaranya: Wakaf Mulia Institute, SatuWakaf Marketplace, Amal Produktif, Forum Wakaf Produktif, Asosiasi Nazir Indonesia (ANI), Badan Wakaf Indonesia, NusaFarm, serta Kementerian Agama RI.

“Panen perdana ini menjadi bukti nyata bahwa wakaf bisa dikelola secara produktif, memberi manfaat ekonomi, dan menghadirkan nilai keberkahan bagi masyarakat,” ujar KH. Sa’ban Nuroni.

BACA JUGA: Sidang Penganiayaan, Advokat Hapsari Budi Pangastuti Kecewa Ketidakhadiran Korban

Melalui kegiatan ini, PCNU Gunungkidul berharap agar semakin banyak masyarakat mengenal potensi wakaf produktif, sekaligus mendukung tumbuhnya sektor pertanian berkelanjutan di Gunungkidul. (Markaban Anwar)

 


share on: