Yogyapos.com (BANTUL) - DPC PDI Perjuagan Bantul menggelar sejumlah kegiatan diantaranya pentas seni. Kegiatan dalam rangka Tahun Baru Islam atau ‘Suron’ ini berlangsung di Pendapa Kerto Rejo Pringgading Krebet Goasari, Pajangan, Bantul, Jumat (27/6/2025) malam.
"Semua gelaran ini untuk memperingati Bulan Suro 1964 Tahun Dal atau 1447 Hijriyah,” kata Ketua PDI Perjuangan Bantul, Joko Purnomo disela pentas frahmen Ande Anda Lumut atau Panji Asmoro Bangun.
BACA JUGA: Kapolres AKBP Novita Berterimakasih, Malam Pergantian Tahun Baru Islam Kondusif
Joko mengatakan pementasan fragmen Ande-ande Lumut ini banyak diminati masyarakat sebagai sebuah tontonan yang menghibur. Sedangkan kegiatan yakni sholawat jawa (genjring) menampilkan Group Mekar Sari Pajangan Bantul, juga diminati kanrena nilai religiusitasnya. Pentas Ande-ande lumut ini didukung Reo Srundeng dan teman-temanya atau para seniman Yogyakarta.
Pada Jumat pagi juga diadakan senam pocopoco dan pada sore harinya pentas musik Koesplusan menampilkan Paguyuban Koesplus Bantul.
BACA JUGA: Januari-Juni 2025, Kejari Sleman Selesaikan 15 Perkara Melalui RJ
"Satu hal yang penting pada kesempatan ‘Suron’ kali ini juga dilaunching Paguyuban Sedulur Pajangan," kata Joko Purnomo.
Joko yang pada pentas fragmen Ande-ande Lumut kali ini berperan sebagai Mbok Rondo Dadaban, menambahkan bahwa Paguyuban Sedulur Pajangan terbentuk untuk mewujudkan sedulur senoro wedi, kebersamaan dan kerukunan bersama warga
"Diharapkan dengan adanya gelaran ini masyarakat selalu mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga kerukunan dan ketentraman dan giat bekerja.
BACA JUGA: Guyub dan Sakral, Kirab Merti Dusun Tamanan Pabrik Panen Pujian
Sedangkan para pemain Ande-ande lumut yang yang ditonton ratusan orang diantaranya adalah Reo Srundeng berperan sebagai Kleting Kuning dan Wildan sebagai Panji Amoro Bangun. Sedangkan Novi Kalur berperan sebagai abdi Mbok Rondo Dadaban.
Sebelum pementasan diawali dan dimeriahkan dengan sejumlah "beksan" (sendra tari). (*/Spd)
