Pegiat Kemanusiaan Perlu Kolaborasi Atasi Masalah Kemanusiaan

share on:
Pembukaan SEAHUM ditandai dengan pemukulan gong | YP/Ist

Yogyapos.com (YOGYA) – Direktur HAM dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI, Dr Achsanul Habib, mengatakan, pertemuan ini sangat relevan karena dapat menggambarkan situasi dan kondisi kemanusiaan terkini di negara-negara ASEAN.

Pernyataan tersebut disampaikan Achsanul di sela-sela acara musyawarah umum pegiat kemanusiaan ke-3 (3rd Annual General Meeting) Southeast Asia Humanitarian (SEAHUM) Committee, yang dimeriahkan tarian dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dan performance musik angklung siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) Juara Rumah Zakat Yogyakarta, Jumat (22/2/2019).

Achsanul mencontohkan, tsunami pada tahun 2018 yang menimpa pesisir sejumlah wilayah di Indonesia seperti Palu, Donggala, dan Pandeglang Banten membuat para elemen bangsa harus bersatu dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Dalam beberapa tahun terakhir bencana di Asia telah memakan banyak korban. Khusus untuk Indonesia ada lebih dari 10 juta orang yang terdampak. Indonesia mengalami banyak bencana pada tahun ini seperti di Lombok, Donggala, dan Selat Sunda.

Menurut Habib, ada banyak kendala yang dihadapi dalam memulihkan pascabencana alam gempa bumi dan tsunami serta bencana kemanusiaan yang lain. "Kendala itu seperti pendanaan, koordinasi, pengetahuan dan lain sebagainya," terangnya.

Sehingga, tandas dia, perlu ada kolaborasi antara pemerintah, organisasi, dan pendidikan. Dan pemerintah Republik Indonesia juga terus berupaya melakukan pencegahan dan percepatan terhadap penanganan korban bencana alam. 

Karena itu, Kementerian Luar Negeri RI mengembangkan pendekatan diplomasi kemanusian yang inklusif dan kolaboratif. Pihaknya juga mendorong aktor kemanusiaan -- terutama non-pemerintah -- untuk ikut aktif melakukan diplomasi kemanusiaan dengan berbagai pihak.

“Diplomasi kemanusiaan ini tidak lagi eksklusif milik negara dan dengan pendekatan inklusi serta kolaborasi, maka penanganan korban bencana akan lebih cepat," papar Habib yang menjelaskan pencegahan terhadap bencana juga efektif.

Untuk memaksimakan peran serta Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana kemanusiaan di dunia, menurut Habib, telah membentuk agensi tunggal untuk menyalurkan bantuan ke luar negeri.

"Tahun ini, organisasi itu akan menyelenggarakan konferensi antarpemerintah dan organisasi non-pemerintah di Asia Tenggara," terang Habib.

Hal ini bertujuan untuk efektifitas penyaluran bantuan dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Dan Kemenlu RI membuka kerjasama dengan berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam kegiatan kemanusiaan. (Afn)

 


share on: