Yogyapos.com (YOGYA) - Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dan perilaku kehidupan masyarakat. Tak terkecuali dunia pendidikan mengalami penggeseran. Jika sebelumnya proses belajar dan mengajar (PBM) dilakukan secara tatap muka di sekolah, sekarang dialihkan ke PBM dari rumah secara online.
Kondisi demikian memaksa pemangku kebijakan melakukan penyesuaian, sebagaimana dilakukan oleh sekolah TK IT Insan Mulia Dua. Sekolah yang terdiri dari Day Care, Paud, dan TK di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, ini pun melakukan hal yang sama.
Di awal pandemi, sekolah yang dipimpin oleh Erna Kusumawati SPd AUD dan dibantu 6 orang guru belum melakukan belum melakukan sekolah tatap muka secara live. Sehingga belum ada interaksi sesama murid dan guru yang menyebabkan beberapa siswa kadang malas melaksanakan kegiatan yang sudah disusun guru tersebut.
Kondisi demikian rupanya memenarik perhatiaan Norhikmah Mkom, seorang Dosen Universitas Amikom Yogyakarta yang kemudian memberikan pelatihan bidang teknologi informasi, khususnya kepada guru-guru di sana.
Maklum, untuk memasuki tatanan baru PMB memang membutuhkan keterampilan bidang teknologi informsi. Sehingga kehadiran Norhikmah di sekolah tersebut sangat membantu kelancaran mekanisme PMB menggunakan teknologi informasi.
“Ini bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ya pengabdian, berbagi ilmu untuk kepentingan masyarakat,” ujar Norhikmah kepada yogyapos.com, Sabtu (5/12/2020).
Norhikmah mengungkapkan, pelatihan yang berlangsung pada 13-17 Juli 2020, ini dibagi dalam 3 tahap. Setiap pelaksanaan membahas 3 materi yang berbeda:
1. Pelatihan menggunakan salah satu aplikasi teleconference yaitu aplikasi google meet via online, dengan pembahasan menginstal google meet di handphone, cara join meeting room chatting diruang google meet, dan cara mute suara sendiri, suara partisipan lainnya, cara mensharing dokumen. Selain pembahasan cara menggunakan google meet via handphone juga mendemostrasikan tampilan google meet versi desktop atau laptop atau komputer
2. Pelatihan pengeditan video menggunakan kinemaster dan pemberian secara simbolis alat pembelajaran yaitu tripod, alat ini akan digunakan untuk membantu merekam gambar secara fleksibel dan bisa diputar segala arah mulai dari pengambilan gambar dari atas, bawah, samping kanan dan kiri, masing-masing guru TK IT Insan Mulia Dua mendapatkan alat pembelajaran tripod tersebut, yang diharapkan bisa membantu dalam pembuatan dan video pembelajaran.
3. Pelatihan google form dilakukan dengan cara sharing file berupa word dan video pembelajaran berupa mp4 yang dishare kepada guru Insan Mulia Dua, dengan tujuan agar bisa diulang video pembelajarannya.
Selesai pelatihan dilakukan pembagian kuesioner untuk mengevaluasi pelatihan yang sudah dilakukan dengan didapatkan dari hasil evaluasi pelatihan adalah dari beberapa jumlah pertanyaan yang diajukan maka didapat respon terbaik adalah tema pelatihan yang diambil dan kemanfaatan materi yang diberikan, dengan persentase yang didapatkan dari kedua pertanyaan tersebut adalah sebesar 90% dari 6 responden yang disioleh guru-guru dari Insan Mulia Dua.
“Pelatihan dalam penggunaan aplikasi teleconference seperti meet,zoom, dan pelatihan membuat video pembelajaran serta pelatihan google form, dengan tujuan agar guru-guru tersebut dapat memberikan pembelajaran secara online, sehingga proses belajar dan mengajar tetap berjalan, dan interaksi guru dan sesama murid tetap terbangun, dan juga untuk melatih guru TK dalam membuat video pembelajaran yang menarik,” jelas Norhikmah yang dalam kegiatan ini mendapat support dari Lembaga pengabdian Masyarakat AMIKOM Yogyakarta.
Sedangkan pelatihan google form untuk memudahkan wali murid dapat melaporkan kegiatan anaknya, sehingga memudahkan pihak sekolah bisa membuat laporan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran yang diberikan. Dalam kegiatan pelatihan ini support oleh Lembaga Pengabdian Universitas AMIKOM Yogyakarta. (*/Met)
