Pembelajaran Sistem Blended Learning Lebih Diminati Siswa

share on:
Para peserta didik sistem blended learning || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat adalah lembaga yang dibentuk oleh masyarakat untuk masyarakat yang bergerak dalam bidang pendidikan, dengan tujuan memperluas kesempatan warga masyarakat, khususnya yang tidak mampu untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri dan bekerja mencari nafkah. 

PKBM juga memiliki beberapa program yang meliputiPaketA, Paket B setara kelas VIII, paket B setara kelas IX, paket C setara SMA kelas XII, paket C setara kelas XI, Paket C setara SMA kelas X, Taman Bacaan Masyarakat, dan Pendidikan Anak Usia Dini. Sejak pertengahan tahun 2018 tutor paket B PKBM mulai menerapkan model pembelajaran Blendedlearning yang diterapkan pada mata pelajaran Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan), dimana proses pembelajaran teori sudah menggunakan teknologi android dalam penyampaian materi dan tes.

Dari situlah sekelompok mahasiswa program studi Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan UNY tertarik melakukan penelitian tentang efektivitas penerapan Blendedlearning Pada Mata Pelajaran Penjaskes Paket B di PKBM. Mereka adalah Parji Riyanto, Ana Rahmawati dan Kabut Yuli Asih.

Menurut Parji Riyanto pembelajaran model blended learning lebih digemari siswa karena mereka lebih antusias mempelajarinya. “Mereka senang dengan penyampaian materi secara visual seperti gambar, grafik, dan lain-lain serta audio visual” kata Parji.Soal-soal tes online juga dikemas secara menarik sehingga warga belajar tidak bosan. Nilai bisa langsung dilihat dan kunci jawaban yang benar ditunjukan dalam bentuk dekripsi. Ana Rahmawati menambahkan bahwa penelitian ini dilaksanakan di PKBM Bina Sekar Melati di Sumuran, Palbapang, Bantul. “Tujuannya agar dapat menjadi rujukan pengembangan proses pembelajaran mata pelajaran yang lain maupun menjadi contoh bagi PKBM yang ingin menyongsong era revolusi industri 4.0,” katanya, Senin (5/10/2020)

Kabut Yuli Asih menjelaskan, pelaksanaan model pembelajaran Blended Learning bisa dikatakan belum mempunyai standar khusus atau bisa dikatakan baru dalam tahap uji coba. Pelaksanaan model pembelajaran ini masih sekadar penyampaian tugas, pengiriman tugas, mencari materi, dan evaluasi. Belum sampai tahap siswa mampu belajar sendiri tanpa adanya tatap muka. Proses pembelajaran yang dilakukan di PKBM Bina Sekar Melati memanfaatkan kemajuan teknologi yang pesat pada saat ini. “PKBM Bina Sekar Melati memanfaatkan perkembangan teknologi aplikasi yang bernama Kahoot,” paparnya. Kahoot merupakan sebuah game dan kuis sederhana berbasis platform pembelajaran gratis, sebagai teknologi pendidikan yang bertujuan untuk menarik siswa agar antusias dalam belajar. Kahoot pada dasarnya adalah sebuah website yang menghadirkan suasana kuis yang meriah dan heboh di kelas.Permainan kahoot ini membuat pembelajaran menjadi lebih hidup,menyenangkan,dan membuat peserta didik semakin memahami yang disampaikan. Tidak terus-menerus dengan gaya tatap muka yang membosankan. Model pembelajaran klasik atau tatap muka menjadi suatu hal yang membosankan bagi warga belajar di PKBM Bina Sekar Melati. Penerapan teknologi di dalam proses pembelajaran menjadi salah satu solusi yang baik dalam menumbuhkan atusiasme warga belajar. Warga belajar merasa lebih senang dan antusias, karena pembelajaran yang dilakukan tidak membosankan. Dampak positif penggunaan teknologi pada pembelajaran di PKBM Bina Sekar Melati adalah siswa lebih rajin dan antusias dalam belajar, proses pembelajaran yang disampaikan lebih efektif, kemudahan menyampaikan materi, tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi dan terdapat peningkatan nilai. Sarana dan prasarana di PKBM Bina Sekar Melati memfasilitasi dalam proses pembelajaran, seperti ruang komputer, ruang kelas, maupun wifi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sarana prasarana di PKBM sudah mampu menunjang pembelajaran dalam pembelajaran berbasis teknologi.

Tim dari UNY tersebut menyarankan agar sebelum menginjak ke ranah model pembelajaran Blended Learning sebaiknya PKBM Bina Sekar Melati melakukan perbaikan dalam hambatan-hambatan proses pembelajaran terlebih dahulu. Menyiapkan setiap komponen lembaga pendidikan untuk siap menghadapi pengembangan model pembelajaran yang baru yaitu Blended Learning sebelum benar-benar mengaplkasikannya. (*)


share on: