Yogyapos.com (SLEMAN) - Regional Disaster Emergency Response Simulation Exercise (ARDEX 2023) yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, di Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta, Selasa (1/8/2023). Kegiatan ini akan berlangsung hingga 4 Agustus 2023 di Kabupaten Bantul.
Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPA Arya Paku Alam X membacakan sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, ARDEX 2023 mengusung tema ‘Menghadapi Ancaman Bencana Gempa Bumi Sesar Opak di DIY dan sekitarnya’.
“Sebuah kehormatan Yogyakarta menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan berlevel internasional ini. Selamat datang di Yogyakarta kepada peserta dari negara-negara ASEAN dan seluruh tamu undangan yang hadir pada acara ini. Bencana alam merupakan ancaman yang tidak bisa dihindari,” ucapnya.
Menurutnya, DIY merupakan salah satu daerah yang rawan terkena bencana gempa bumi karena dilewati oleh sejumlah Caesar aktif, salah satunya Caesar Opak yang memiliki potensi besar untuk memicu gempa bumi dengan Magnitudo yang cukup besar. Caesar Opak di wilayah Kretek Bantul sampai dengan Prambanan memiliki panjang sekitar 35 KM dan dinyatakan aktif serta bersifat return riel.
“Mitigasi bencana harus menjadi prioritas utama bagi masyarakat di daerah. Dengan adanya ARDEX-2023 ini, kita dapat belajar dari pengalaman negara-negara ASEAN dalam menghadapi bencana alam khususnya gempa bumi kita juga dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar negara dalam menghadapi bencana alam di masa depan,” pungkas Wagub.
Sementara itu Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto SSos MM menyampaikan DIY dipilih sebagai lokasi pelaksanaan ARDEX 2023 dikarenakan wilayahnya memiliki tingkat risiko tinggi terhadap ancaman gempa bumi. Pengalaman nyata tahun 2006 saat gempa 6,5 SR yang berpusat di Bantul telah memakan korban tewas mencapai 5.578 jiwa dan menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah gempa di Indonesia.
ARDEX-2023 diikuti 960 peserta dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara. ARDEX merupakan salah satu langkah dalam upaya pengelolaan resiko bencana dengan melibatkan lintas sektor, lintas sistem, lintas skala dan batas melalui latihan simulasi ke daratan dalam penanggulangan bencana.

“Melalui ARDEX diharapkan Indonesia dan negara sahabat di kawasan Asia Tenggara dapat sharing dan transfer ilmu pengetahuan serta teknologi dalam penanggulangan bencana guna membangun solidaritas antar negara anggota ASEAN menuju One ASEAN,” jelas Kepala BNPB.
Menteri Prof Dr Muhadjir Effendy dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai panitia ARDEX-2023 atau ?latihan simulasi penanggulangan bencana alam.
“Kita sangat berharap kegiatan berjalan lancar dan suatu kebanggaan serta menjadi contoh di wilayah negara-negara ASEAN. Kita dapat saling bertukar pikiran dan bekerja sama dalam melaksanakan ARDEX- 2023,” ucap Muhadjir.
Pada kesempatan tersebut, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Joko Purnomo menyampaikan bahwa Korem 072/Pamungkas mendukung penyelenggaraan ARDEX-2023 karena dapat meningkatkan pemahaman semua pihak untuk siap menghadapi bahaya gempa bumi.
“Salah satu upaya utama dalam meningkatkan kesiapsiagaan adalah dengan pelatihan melalui metode geladi/simulasi sehingga hal ini menjadi momen yang baik untuk menguji kesiapsiagaan kita dalam menghadapi bencana di kemudian hari. Kita harus memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan menghadapi gempa,” tandas Danrem.
Hadir dalam acara ini Danrem 072/Pamungkas Brihjen TNI Joko Purnomo, Plt Kapusdiklat PBKheriawan, Wakajati DIY Amiek Wulandari, Kasiops Kasrem 072/Pmk Kolonel Inf M Ibrahim Muchtar, GKR Mangkubumi, kepala BPBD DIY Biworo Yuswantono, Komisi VIII DPR RI Esti Wijayati, Karo ops Polda DIY Kombes Pol Dedi Rahman Dayan, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Sekda DIY Beny Suharsono dan para peserta ARDEX 2023. (*/Met)
