Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Desa Triharjo Sleman merespon positif imbaun pengadaan ruang isolasi khusus bagi para pemudik yang masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP).
“Meskipun pelaksanaannya agak sulit, tapi kami merespon positif imbauan untuk pengadaan ruang isolasi tersebut,” kata Sekdes Triharjo, Aditya kepada yogyapos.com, Jumat (17/4/2020).
Ruang isolasi tersebut menempati Aula desa setempat yang sanggup menampung 20 orang dari sekitar 300 pemudik. Mereka akan mendapatkan uang jaminan hidup (jadup) Rp 45 ribu. Kehidupan mereka 100 persen ditanggung desa yang anggarannya diperoleh dari Pemkab Sleman. Para pemudik yang menjalani isolasi itu tidak boleh keluar ruang isolasi agar tidak merepotkan keluarga.
Aditya mengungkapkan, pendistribusian beras dilakukan melalui Kadus (Kepala Dusun). Rinciannya setiap RT memperoleh jatah 5 orang. Beras masing-masing 5 kg. “Kami mendapat jatah 600 paket untuk warga. Sedangkan untuk yang terkena PHK belum ada jatahnya,” terangnya.
Ditemui terpisah, Kadus Sleman 1 Kalakijo, Farida menyatakan menyambut baik pengadaan ruang isolasi bagi pemudik. Tapi terpenting dari itu pihaknya tak henti-henti memberikan pemahaman kepada calon pemudik agar punya kesiapan untuk mengisolasi diri ketika nanti mudik di kampungnya.
“Banyak yang belum paham. Ini perlu disosialisasikan bahwa isolasi mandiri selama 14 hari itu harus dilakukan oleh pemudik. Ini bukan berarti dia tidak boleh keluar rumah. Tapi memang harus melakukan apa-apa secara mandiri. Misalnya mencuci, makan dan tidur harus sendiri. Itu sebabnya pemudik harus punya kesiapan dana sendiri pula,” jelas Farida. (Agung DP)
