Pemerintah Siapkan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni Secara Virtual

share on:
Background Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 || YP-Ist

Yogyapos.com (JAKARTA) - Pemerintah mempersiapkan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2020 secara virtual, terpusat di gedung Pancasila Jakarta. Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 04 Tahun 2020 tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila, memastikan pelaksanaan peringatan diselenggarakan dengan Pidato Kenegaraan oleh Presiden RI, melalui media elektronik, video conference, atau dalam jaringan (online).

Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengemukakan diterbitkannya surat edaran sebagai acuan penyelenggaraan peringatan di lingkungan instansi pemerintah guna mengantisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19. Hal ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila, yang menyebutkan Pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

“Sedangkan peringatan di masa pandemi ini dilaksanakan mengacu Keppres Nomor 11 Tahun 2020 terkait tanggap darurat kesehatan dan Keppres Nomor 12 Tahun 2020 terkait bencana nasional nonalam Covid-19,” terang Yudian dalam rilis yang diterima yogyapos.com, Sabtu (30/5/2020).

Peringatan dengan Pidato Kenegaraan Presiden RI, lanjut Yudian, akan disiarkan langsung di kanal Youtube, laman Facebook, dan Instagram BPIP pada 1 Juni, pukul 09.00-10.15 WIB. Selain itu juga disiarkan oleh TVRI dan RRI, ataupun berbagai media lainnya. Menurutnya, pelaksanaan semacam ini untuk mewujudkan ketertiban peringatan Hari Lahir Pancasila selama masa darurat Covid-19.

“Kementerian/lembaga, instansi pemerintah pusat maupun daerah, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri wajib mengikuti jalannya Pidato Kenegaraan Presiden melalui saluran yang telah ditentukan dari kantor, ruang kerja, rumah atau kediaman masing-masing. Apabila terpaksa berkumpul di suatu tempat, harus memperhatikan ketentuan physical distancing,” ujarnya menegaskan.

Yudian mengingatkan, berhubung tidak ada upacara pengibaran bendera saat peringatan Hari Lahir Pancasila, maka bendera harus dikibarkan sebelum acara peringatan dimulai. Sedangkan peserta peringatan wajib menggunakan latar belakang (background) berisikan tema dan logo sesuai ketentuan terlampir di surat edaran. Peserta pria memakai pakaian sipil lengkap (PSL), dan wanita memakai pakaian nasional atau menyesuaikan.

“Tema Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2020 ini adalah ‘Pancasila Dalam Tindakan Melalui Gotong Royong Menuju Indonesia Maju’. Semua lembaga/instansi pemerintah, swasta, serta seluruh komponen masyarakat kami harapkan turut memeriahkan peringatan ini melalui berbagai media publikasi cetak, elektronik, serta media sosial dengan mencantumkan tema dan logo yang ditentukan,” harap Yudian.

Kepala BPIP ini menegaskan pula, kegiatan atau aktivitas terkait peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini yang berpotensi mengumpulkan banyak orang tidak perlu diadakan. Aktivitas memperingati dan memeriahkan peringatan dapat dilakukan secara kreatif, menjaga dan membangkitkan kecintaan terhadap aktualisasi nilai-nilai Pancasila pada masa darurat Covid-19. Di samping itu, mendorong pelibatan dan partisipasi publik mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Agenda peringatannya nanti meliputi pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR, dan pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara RI tahun 1945 oleh Ketua DPR. Kemudian ada Pidato Presiden, dilanjutkan Pembacaan doa oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Baru setelah itu acara peringatan ditutup,” paparnya.

Sementara undangan untuk mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila sudah beredar, ditujukan pada Pimpinan Lembaga Negara, Pimpinan Kementerian/Lembaga, Pimpinan Perwakilan Negera RI di luar negeri, dan Kepala Daerah se-Indonesia. Tembusan surat disampaikan kepada Presiden RI dan Ketua Dewan Pengarah BPIP.

“Seluruh peserta hendaknya menjaga ketertiban ruang kerja masing-masing agar tetap kondusif seperti; tidak berjalan-jalan saat peringatan berlangsung, menutup akses ke ruang kerja bagi pihak tidak berkepentingan, dan semacamnya. Peserta juga diharapkan khidmat dan tertib mengikuti jalannya seluruh rangkaian acara,” imbau Kepala BPIP.

Seperti diketahui, Pemerintah menggelar peringatan Hari Lahir Pancasila terpusat di gedung Pancasila Jakarta sejak 2017 lalu. Gedung Pancasila merupakan saksi bisu ketika Pancasila diterima secara aklamasi oleh bangsa Indonesia sebagai dasar negara. Di gedung inilah, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Hingga akhirnya, pada 1 Juni 1945, Ir Soekarno menyampaikan Pancasila dalam sidang yang dihadiri para tokoh pendiri negara. (Muf)

 

 


share on: