Yogyapos.com (YOGYA) – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak warga masyarakat untuk mendukung terciptanya suasana damai dan kondusif selama berlangsungnya proses Pemilu 2019.
Imbauan tersebut disampaikannya usai menerima audiensi Bawaslu DIY, di Gedhong Wilis Yogyakarta, Rabu (6/2/2019). Dalam audiensi ini Bawaslu yang dipimpin Bagus Sarwono beserta seluruh anggotanya menginformasikan sejumlah hal terkait dengan pengawasan yang menjadi tugasnya.
“Mari bersama-sama kita ciptakan suasana damai dan kondusif Pemilu 2019,” ajak Sultan.
Sultan sepakat dengan Bawaslu mengingatkan warganya agar menolak politik uang, politisasi SARA, ujaran kebencian dan hoax. Selain itu bertekad mewujudkan netralitas ASN, TNI dan Polri, Kepala dan Perangkat Desa.
“Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu,” pungkas Gubernur.
Sementara pada kesempatan itu Ketua Bawaslu Bagus Sarwono menginformasikan maraknya spanduk-spanduk non alat peraga kampanye (APK) di wilayah DIY. Spanduk-spanduk non APK yang kemunculannya massif, selain mengganggu keindahan juga dikategorikan reklame. Sehingga perlu ada tindakan dari pemerintah. Bawaslu tidak punya kewenangan melakukan pencopotan.
Dihubungi sore tadi, anggota Bawaslu Sri R Werdiningsih SH secara rinci menyatakan dalam audiensi memang disampaikan hal-hal pelanggaran yang bisa teradi dalam kaitannya dengan pemilu. “Kami auidensi sekaligus memperkenalkan kembali pimpinan Bawaslu DIY pasca penambahan menjadi 5 anggota,” katanya.
Terpenting dalam pengawasan, Bawaslu berharap kepada Gubernur untuk menerbitkan Surat Edaran terkait pencegahan penggunaan fasilitas pemerintah, termasuk mobilo dinas. Sedangkan dalam rangka pencegahan money politics, Bawaslu menginisiasi adanya Desa/Kelurahan Anti Politik Uang.
“Kami juga baru saja menerima audiensi KISP yang rencananya akan menjadi pemantau Pemilu dan bersedia membuat film dokumenter terkait Desa Anti Politik Uang,” ujar Werdiningsih. (Met)
