Pemilu Raya Mahasiswa UKDW, Kampanye Lewat Youtube

share on:
Pemilu secara daring, manfaatkan yotube untuk jaring suara || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Dalam sistuasi pandemi Covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) tetap melaksanakan kewajibannya menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) meskipun secara daring.

Menurut Rizath Widodo selaku Ketua KPU UKDW, pemilu diadakan secara daring bertujuan untuk menjaga keamanan dan kesehatan mahasiswa dari Covid-19. Selain itu juga untuk menjangkau seluruh mahasiswa UKDW yang berada di berbagai wilayah di Indonesia, mengingat saat pandemi ini banyak mahasiswa yang memutuskan untuk kembali ke daerahnya masing–masing.

Di tengah banyaknya universitas yang memilih menunda pelaksanaan pemilu raya, UKDW tetap menyelenggarakan pemilu raya mahasiswa yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2020. Hingga saat ini, UKDW merupakan satu-satunya universitas di Yogyakarta yang melaksanakan pemilu mahasiswa secara daring.

“Meskipun pelaksanaan pemilu secara daring merupakan hal yang baru dalam pemilu raya, KPU UKDW sebagai penyelenggara pemilu mahasiswa siap melaksanakan seluruh kegiatan secara LUBER dan JURDIL,” tutur Ketua KPU UKDW saat membuka orasi yang diadakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan sebelum pemilu raya dilaksanakan.

Seperti pemilu pada umumnya, pasangan calon ketua Himpunan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa akan melakukan orasi dan debat melalui siaran langsung di kanal youtube KPU UKDW, sehingga mahasiswa dapat mengenal lebih dekat pasangan calon ketua yang akan dipilih. LebihlanjutRizathmenjelaskan teknis pelaksanaan pemungutan suara nantinya akan dilakukan menggunakan sistem e-voting yang terhubung dengan server UKDW serta melalui tiga tahapan yakni verifikasi, pemilihan, dan penghitungan suara.

“Pada tahap verifikasi dapat mengakses website yang disediakan oleh KPU UKDW dengan memasukkan nomor induk mahasiswa dan password yang telah dibuat. Selanjutnya pada tahap pemilihan mahasiswa diarahkan ke portal online fakultas masing-masing untuk melakukan e-voting pada paslon yang akan dipilih. Setelah menekan tombol vote, mahasiswa tidak dapat mengulang votekembali untuk mencegah kecurangan. Hasilnya otomatis tercatat ke dalam server. Catatan suara yang masuk akan membuat tahapan perhitungan suara menjadi lebih cepat,” papar Rizath. (*/Met)

 

 


share on: