Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perimdustrian (DKUKMP Kabupaten Bantul bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Komite Ekonomi Kreatif dan Bantul Kreatif Forum, para penyandang disabilitas siap menggelar whorkshop dan karnaval pemanfaatan bahan recyce untuk cap batik, dipusatkan di Pasar Seni Gabusan (PSG) pada Selasa dan Rabu (9 dan 10/5/2023).
“Kegiatan ini digelar sebagai upaya untuk mensukseskan Kabupaten Bantul pada tahun 2023 yang mendaftarkan ke Unesco agar masuk ke jejaring kota kreatif dunia (UCCN). Ini merupakan proses asesmen yang melibatkan semua elemen ekosistem,” kata Kepala DKUKMPP Bantul Agus Sulistiyono melalui Kabid Industri Tunik Wusri Arliani, di Bantul, Senin (8/5/2023).
Dikatakan, tema kegiatan ini ‘Holobis Bantul Baris’ yang sasarannya mengidentifikasi produk dan pelaku ekonomi kreatif sub sektor unggulan di Bantul. Pemetaan ekonomi kreatif dan peningkatan kreatif terkait kreasi produk, distribusi, konsumsi dan konservasi. Selain itu guna memamerkan hasil kreasi dan produksi para pelaku ekonomi kreatif.
Tujuan dan maksudnya antara lain guna menyiapkan aktifitas di lokus yang untuk bertemunya para pelaku ekonomi kreatif dan memberikan ruang dan pengutan jejaring bagi mereka dan berbagai pihak kompenten.
Ketua Panitiya, Misbahul Munir, mengatakan kegiatan ini akan diikuti oleh 20 disabel pelaku ekonomi kreatif. Selain itu juga sekitar 800 orang terdiri unsur pemerintah, akademi, Dekranasda, sentra kerajinan, kelompok seni dan budaya, asosiasi dan desa wisata.
Pawai bregodo, berbagai seni budaya, pelaku ekonomi dan yang lainnya akan dilaksanakan pada Rabu (10/5) siap. Star dari Kampus ISI Yogyakarta. Finish di PSG. Wharkshop disabilitas diisi pelatihan membatik oleh para tentor selama sehari, di PSG, Selasa (7/5/2023).
Para disalibiltas dan lansia dengan membawa hasil kreasinya akan berbaris dengan sepeda motor star di depan SMP Negeri 2 Sewon dan finish si PSG. Kali ini juga akan dilakukan penilaian oleh tim yuri dan disaksikan oleh para tamu kehormatan di panggung kehormatan di PSG.
Pada kesempatan sama Pakar Ekonomi Kreatif Arif Budiman, mengungkapkan, maksud Bantul Creative Park adalah membuat linmngkungan kreatif yang dapat untuk membagun SDM kreatif. Selian itu guna peningkatan produk kreatif berkualitas dan terwujud siplai kreatif yang ahirnya memajukan dan menguatkan Bantul. Ini juga kaitannya untuk mensukseskan Bantul masuk jejaring kota kreatif dunia (Unesco) di tahun 2023.
Saat ini Kota/Kabupaten yang mendaftarkan diri dan berupaya berhasil masuk pada kota kreatif ke Unesco ada enam yaitu diantaranya Bantul, Surakarta dan Ponorogo. Nantinya secara nasional akan diambil dua yang bethasil masuk. (Spd)
