Yogyapos.com (BANTUL) - Sinergitas Pemerintah Kabupaten Bantul dan Polda DIY kembali diperkuat melalui kegiatan monitoring serta penataan kawasan Obyek Wisata Pantai Parangtritis, pada Rabu (19/11/2025).
BACA JUGA: Diresmikan Presiden Prabowo, Jembatan Terpanjang di Yogyakarta Kini Bernama Kabanaran
Kegiatan dipimpin oleh Dirpamobvit Polda DIY Kombes Pol Juang Andi Priyanto bersama jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan komunitas wisata.
BACA JUGA: Chichi Sukardjo Luncurkan Program 'Tetap Hidup Walau dengan Luka'
Kegiatan monitoring turut dihadiri oleh Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Satpol PP, Camat Kretek, Lurah Parangtritis, Dukuh, perangkat desa, Unit Pamobvit Polres Bantul, Polsek Kretek, Ditpamobvit Polda DIY, serta Pokdar Wisata Pantai Parangtritis.
BACA JUGA: DPC Gerindra Bantul Gembira & Optimis Jembatan Kabanaran Dapat Tingkatkan Perekonomian
Sinergi ini juga didukung oleh SAR/BPBD Provinsi DIY, Ditpolairud Polda DIY, Komunitas Payung, Komunitas Jeep, Komunitas Andong, dan Komunitas ATV yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas wisata Parangtritis.
BACA JUGA: Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat Melalui Pembinaan Jaring Mitra Karib
Tim gabungan melaksanakan pengamanan serta penertiban lapak dan tenda-tenda liar yang selama ini dianggap meresahkan serta mengganggu kenyamanan wisatawan maupun pelaku UMKM. Seluruh rangkaian berjalan aman, tertib, dan mendapat dukungan dari warga maupun komunitas pemancing dan pelaku usaha.
BACA JUGA: Bupati Bantul pada Apel Swarung Agung: Keteraturan yang Tulus akan Lahirkan Ketenteraman
Selain penertiban lapak, kegiatan dilanjutkan dengan sejumlah program penataan, di antaranya penataan komunitas penyedia jasa sewa payung, penertiban pedagang asongan pada jam operasional (08.00–15.00 WIB), kerja bakti bersama membersihkan sampah di kawasan pantai, serta imbauan rutin kepada wisatawan untuk tidak mandi di laut. Personel pengamanan juga disiagakan untuk memberikan pertolongan dan evakuasi apabila terjadi insiden wisatawan terseret ombak.
BACA JUGA: Ini Pesan Danjen Akademi TNI pada Penutupan Latihan Berganda Napak Tilas Pangsar Sudirman
Pada waktu yang sama, komunitas Jeep, Andong, dan ATV berpartisipasi aktif dalam mendukung keteraturan jalur wisata, memastikan pelayanan kepada wisatawan tetap aman dan terkontrol. Keterlibatan penuh seluruh komunitas wisata tersebut memberikan dampak signifikan bagi upaya meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan kawasan Pantai Parangtritis.
BACA JUGA: Pengesahan KUHAP, DPP AMAN: Tonggak Reformasi Sistem Peradilan Pidana
Berdasarkan pemantauan di lapangan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Parangtritis, Pantai Depok, dan Pantai Baru tercatat sekitar 1.006 pengunjung, didominasi wisatawan domestik dengan rincian 62 kendaraan roda empat, 4 bus wisata, dan 209 sepeda motor. Situasi umum tercatat aman, lancar, dan kondusif.
BACA JUGA: Ini yang Disampaikan GKR Hayu Saat Hadiri Malam Festival Kebangsaan di Turi
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen Polda DIY dalam mendukung pengelolaan kawasan wisata yang tertib dan berkelanjutan.
“Penataan kawasan Pantai Parangtritis bertujuan menciptakan ruang wisata yang lebih bersih, aman, dan nyaman. Kolaborasi antara Polda DIY, Pemerintah Kabupaten Bantul, serta masyarakat menunjukkan bahwa keamanan dan kenyamanan wisata adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
BACA JUGA: Pasar Tradisional Kowe Diresmikan, Jadi Indikator Nyata Ekonomi Rakyat
Ia juga menegaskan, Polda DIY akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kawasan wisata tetap kondusif, terutama menjelang masa liburan akhir tahun.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Kepolisian akan terus hadir untuk memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
BACA JUGA: Penting! Konservasi Berbasis Riset Ilmiah
Kegiatan monitoring dan penataan wisata Pantai Parangtritis berlangsung tertib dan dinilai berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat serta pelaku usaha mengenai pentingnya kebersihan, keamanan, dan keteraturan di kawasan wisata. (*/Opo)
