Yogyapos.com (SLEMAN) – Pemerintah Kabupaten Sleman mendukung proses revitalisasi di Padukuhan Mrican Caturtunnggal Depok Sleman, melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang direncanakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPRI) RI.
“Melalui program Kotaku bagaimana kekumuhan wilayah itu bisa kita selesaikan sehingga membuat ruang bisa sebagai pertumbuhan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Hardo Kiswoyo kepada wartawan seusai memberikan sambutan Ekspose Persiapan Perencanaan Penataan Kawasan Mrican, Rabu (16/11/2022), di Ruang unit Bapeda.
lMnurutnya kebetulan kawasan Mrican merupakan penyanggah DIY dan dikawasan itu juga perguruan tinggi sehingga nanti banyak efeknya, seperti pariwisata salah satunya. Namun dikatakan pula bahwa di lokasi itu terdapat permasalahan limbah yang melebihi kapasitas, pernaslahan akses jalan yang sempit tidak bisa dilintasi kendaraan roda empat dan permaslahan terkait sampah.
“Dukungan sepot apapun yang nanti akan dibutuhakan oleh pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan revitalisasi kabupaten siap menyediakan,” ujar Hardo.
Sementara Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wikayah DIY Tri Rahayu menyampaikan. Dalam merevitalisasi kawasan mrican tersebut, pihaknya menggunakan anggaran dari APBN tetapi nominal anggaran itu belum bisa dipastikan olehnya dengan luas revitalisasi sekitar 20 hektar.
“Kalau penanganannya diatas 15 hektare menjadi kewenangan pusat sedang kalau di bawa angka itu menjadi kewenangan Kabupaten,” ungkapnya.
Dikatakan pula bahwa untuk target pembangunan revitalisasi yakni awal 2023. Meski lokasi itu nasuk dalam katagori kumuh ringan pembenahan perlu dilakukan agar terciptanya peningkatan potensi lebih baik ke depanya.
“Di lokasi tersebut banyak potensi tidak hanya pendidikan karenaada kampusnya tetapi ads potensi sektir pariwisata. Detail Engineering Design (DED) nya tergantung kebutuhan, perluasan jalan, sanitasi atau atau tempah sampah ini baru direncanakan,” jelasnya.
Namun demikian dalam kesempatan tersebut Tri Rahayu juga berpesan kepada nasyrakat tetap menjaga lokasi dengan baik sehingga untuk kawasan kumuh di DziY berkurang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Taufiq Wahyudi mengungkapkan.Diharapkan pada ajhir bulan November 2022 atau awal Desember DEDnya sudah ada meski revitalusasi tersebut masih dalam proses pra DED. (Agn)
