Pemkab Mengklaim 96 Persen Jalan di Wilayah Sleman Sudah Beraspal

share on:
Kabid Bidang Bina Marga DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’ruf (dua dari kanan) dalam konferensi pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026) || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mengklaim dari  total sepanjang 733 kilometer jalan kabupaten, sebanyak 96 persen sudah beraspal dan siap menyambut lonjakan arus kendaraan pada Lebaran 1447 H/2026 M.

BACA JUGA: Operasi Pekat Progo 2026 Berhasil angkap 65 Tersangka

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Fauzan Ma’ruf ST dalam konferensi pers di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).

BACA JUGA: Dishub Sleman Memetakan Jalur Alternatif Mudik Lebaran

"Data menunjukkan sekitar 68,01 persen jalan berada dalam kondisi baik, sementara sisanya masuk kategori sedang hingga rusak ringan yang terus diintervensi melalui pemeliharaan rutin," kata Fauzan.

BACA JUGA: Kombes Pol Adhitya Panji Anom Jabat Kapolresta Sleman

Dijelaskan, pihaknya menargetkan kondisi jalan di jalur-jalur tersebut mencapai 80 hingga 95 persen dalam kondisi prima dan siap melayani lonjakan kendaraan pada  H-7 lebaran.

BACA JUGA: Kesiapan Gerbang Tol Purwomartani Jelang Fungsional Arus Mudik, Berikut Penjelasannya

"Secara akumulatif, tingkat kemantapan jalan kita sudah mencapai angka yang sangat positif untuk melayani pemudik maupun wisatawan,"paparnya.

BACA JUGA: Gus Hilmy Soroti Keterlibatan RI di BoP, Ingatkan Dampak Politik 2029

Secara teknis seluruh  jalan kabupaten di Sleman sudah menggunakan perkerasan aspal, yakni mencapai 96,12 persen. Selebihnya terdiri dari jalan beton sebesar 3,31 persen, paving 0,35 persen, dan telford 0,22 persen. 

BACA JUGA: Sastra, HISKI, dan 'Masa Depan' (Manusia) Indonesia

"Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan jalur-jalur yang menjadi penyangga jalan nasional dan provinsi, serta akses menuju destinasi wisata utama, dapat berfungsi maksimal tanpa kendala teknis saat puncak arus mudik," tandasnya.

BACA JUGA: Ledakan Mercon di Suryodiningratan, Dua Orang Dewasa dan Satu Balita Alami Luka Bakar

Wilayah Kabupaten Sleman merupakan pintu masuk utama wisatawan di DIY.  Sehingga berupaya membuka aksesibilitas menuju obyek wisata,  sebanyak 58 ruas jalan adalah  penyangga akses jalan jalur nasional dan provinsi, terutama akses menuju obyek wisata  Prambanan dan Kaliurang. 

BACA JUGA: Pangdam IV/Diponegoro Tutup TMMD Reguler ke-127 di Kebumen

Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Sleman mengucurkan anggaran sekitar Rp 45,26 miliar untuk pekerjaan peningkatan jalan dan jembatan, untuk volume sepanjang 15 km. Sedangkan pekerjaan pemeliharaan jalan berkala dalam perecanaan sepanjang 14,69 km , disediakanb anggaran Rp 26,8 miliar. 

BACA JUGA: Baznas Sleman Menyiapkan 40 Masjid Sebagai Tempat Singgah Pemudik Idul Fitri

Kegiatan pemeliharaan jalan tersebut tersebar di 17 kapanewon di wilayah Kabupaten Sleman. Selain itu ada pekerjaan  63 unit jembatan atau gorong-gorong serta rehabilitasi, seperti Jembatan Kadisoko sepanjang 30 meter, dengan pagu anggaran Rp1,2 miliar.

BACA JUGA: Pemkab Sleman Siapkan Dana Rp 2,2 Miliar, Atasi Banjir di Sekitar Perumahan Deppen Seturan

"Saat ini beberapa kegiatan sudah mulai berjalan, termasuk pemeliharaan rutin jalan sepanjang 400 km dan pemeliharaan rutin 45 jembatan yang dilaksanakan sepanjang Januari hingga Desember untuk memastikan keamanan pengguna jalan," sambungnya.

BACA JUGA: Launching Jembatan Garuda Bukti TNI AD Hadir untuk Rakyat

Dengan berbagai persiapan ini, Kabupaten Sleman optimis dapat memberikan pelayanan infrastruktur yang prima bagi para pemudik yang melintasi wilayah Bumi Sembada pada Lebaran. "Kami berharap pada arus  mudik dan  balik,  mobilitas warga lancar," tuturnya. (Opo)

 

 

 

 


share on: