Pemkab Sleman Support 850 Petani Milenial

share on:

Yogyapos com (SLEMAN) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan bertekad mengembangkan sumber daya manusia di bidang pertanian melalui pembinaan petani milinial menuju young agri preneur.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Suparmono menyampaikan, sasaran pembinaan yakni pemuda usia 19-39 tahun yang berjiwa milenial serta tertarik di bidang pertanian dan atau yang bergerak di bidang pertanian.

“Saat ini tercatat sebanyak 850 petani milineal dengan harapan berkarakter. Rendahnya minat generasi milineal pada bidang pertanian menjadi perhatian serius Pemkab Sleman berupaya mengembangkan SDM pertanian dengan membina anak muda,” kata Suparmono di Tebonan  Sumberadi Kapanewon Mlati, Kamis (13/4/2023).

Suparmono lebih lanjut menyampaikan, dari segi pendidikan petani milenial yang menempuh pendidikan tinggi (diploma dan sarjana) sebanyak 67.625 persen. Lainnya masih menempuh pendidikan tibgkat SMP dan SMA.

Subsektor holtikultura merupakan sub sektor yang paling banyak digeluti petani milenial yakni 34,75 persen, disusul subsektor tanaman pangan sebesar 20.625 persen, sedangkan subsektor olahan, jasa, dan lainya sebesar 14.875 persen. Petani milineal Sleman sudah tersebar di 17 Kapanewon dengan jumlah terbesar di Kapanewon Prambanan, Kalasan 13 persen. Jumlah terkecil di Kapanewon Ngemplak dan Cangkringan 5 persen. Jumlah petani melenial laki-laki sebanyak 71,75 persen sedangkan jumlah milenial perempuan 28,25 persen.

“Dinas Pertanian Sleman mempunyai program untuk menumbuhkan minat generasi muda berwirsusaha di bidang pertanian melalui berbagai kegiatan penyuluhan serta pelarihan, diantaranya pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dan agrobinis melalui petani milenial. Pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak petani young agri pteneur (pengussha muda pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, yang dimaksud dengan pengusaha muda pertanian adalah petani yang mampu untuk mengidenfikasi dan mengeksplotasi peluang-peluang yang ada bernilai tinggi dengan memanfaatkan sumber daya pertanian yang dimiliki oleh petani dengan cara fleksibel dan inovatif. Tidak hanya dalam proses produksi saja, tetapi mereka juga punya kemampuan produksi, memiliki kemampuan manajerial usaha yang visioner berorentasi hasil.

Penguasaan pertanian pintar dengan dukungan petani pintar menjadi andalan untuk menumbuh kembangkan agropreneur menjadikan pertanian sebagai sektor menarik bagi kaum melinial dan menguntungkan.

“Keberhasilan usaha petani milineal diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi melineal untuk terjun berwirausaha di bidang pertanian serta berkontribusi nyata di bidang pertanian,” harapnya. (Agn)

 


share on: