Pentas Lakon 'Geseh' Mengusung Tema Penyalahgunaan Keuangan Kampung

share on:
Salah satu adegang dalam pementasan lakon 'Geseh' Sanggar Maton, di Pendapa Somatmajan Margokaton Seyegan Sleman, Senin (24/ 2/2025) malam || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kelompok Sanggar Maton Seyegan pentas teater dengan bahasa Jawa, dengan lakon 'Geseh' karya Sedut Senut, di Pendapa Somatmajan Margokaton Seyegan Sleman, Senin (24/ 2/2025) malam.

Pentas ini rangkaian Ombyongan Sandiwara Bahasa Jawa Milangkori Festival #2. Sanggar Maton mempersembah teater minimalis penuh kritik sosial. Lakon ‘Geseh’ ini menceritakan tentang tokoh Darto, seorang Ketua RT yang menghadapi problem serius akibat hilangnya uang ratusan juta rupiah.

Konflik memuncak || YP-Ist

Uang itu sedianya akan digunakan untuk acara piknik dan dangdutan diduga kuat dicuri orang tak bertanggung jawab saat dirinya sedang tidur. Darto selaku RT juga dituding terlibat kecurangan melakukan penyuapan pada warga, yang diarahkan untuk memilih dangdutan. Disisi lain warga kecewa atas hilangnnya uang tersebut yang dipakai untuk acara meriah. Warga yakin ada penyalahgunaan wewenang sehingga menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat.

BACA JUGA: Bima Sepiawan Ahli Bodyboarding Asal Mancingan, Hobi Berkembang Bisnis

Pentas teater dengan durasi dua jam ini mendapat perhatian warga Seyegan yang menonton gratis. Disutradarai Agus Suprihono, penata iringan Nur Handoyo. Pemain Jiwandana, Sunarya, Dwi, Mike, Rahma, Rafka, Dhony, Yupi, Yuni, Pangat, Sukidi.

Menurut Elyandra dari Sedhut Senut, pentas dengan bahasa Jawa untuk menggugah kembali sandiwara berbahasa Jawa. Apalagi sekarang kalah populer dibanding pertunjukan lain. Jadi, bukan sekadar melestarikan budaya Jawa. Pentas teater di sudut pedesaan ini mendapat apresiasi.

“Pentas teater ini penuh pesan, pelajaran. Saya berharap, cukup gesehe di panggung saja. Tidak dibawa pulang, karena terminologinya kurang baik,” kata Samino, Camat Seyegan. (Agn)


share on: