Yogyapos.com (SLEMAN) - Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) bekerja sama dengan BISA Indonesia dan Cornell University menyelenggarakan workshop internasional Locally-Led East Asian Flyway Acoustics (LEAFA), di Kampus Babarsari, Selasa-Kamis (11-13/11/2025).
BACA JUGA: Raihan Ihsan Pradana Siswa SMA Muhi Yogya Raih Medali Perak OMI 2025
Kegiatan ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan kolaborasi dalam bidang bioakustik konservasi burung migran di kawasan jalur terbang Asia-Australia (East Asian-Australian Flyway). Dihadiri oleh Dr G Sri Nurhartanto SH LLM selaku Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta, apt. Ines Septi Arsiningtyas, SFarm MSc PhD selaku Dekan Fakultas Teknobiologi, Asman Adi Purwanto selaku Direktur Eksekutif BISA Indonesia, Dena J. Clink selaku perwakilan Cornell University Center for Conservation Bioacoustics, staf pendidik, dan berbagai institusi akademik.
BACA JUGA: Kompetisi Futsal Campus League, UNY Spektakuler Raih Double Champion Putra Putri
Dalam sambutannya, Rektor UAJY menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra dan peserta. Acara ini menjadi wadah diskusi dan berbagi hasil riset, pengalaman lapangan, serta penguatan jejaring riset lintas negara dalam bidang bioakustik konservasi.
Peserta workshop || YP-Ist
“Kami sangat berterima kasih kepada BISA Indonesia, Cornell University, Universiti Malaysia Terengganu, serta seluruh peserta yang terlibat. Kerja sama internasional seperti ini sangat penting dalam memperkuat penelitian dan upaya konservasi,” jelas Nurhartanto.
BACA JUGA: Gubernur HB X Kukuhkan Pirukunan Tuwanggana Periode 2025-2030
Direktur Eksekutif BISA Indonesia, Asman Adi Purwanto, menekankan pentingnya pendekatan sains dalam konservasi berbasis komunitas.
“Kami percaya bahwa konservasi harus berbasis pada riset ilmiah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui workshop seperti LEAFA, kami ingin menghubungkan komunitas lokal dengan peneliti dan lembaga global agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata di lapangan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Melalui Indonex 2025, UAJY Perluas Jejaring Akademik di Afrika Timur
Sementara itu Dena J. Clink, perwakilan dari Cornell University’s Center for Conservation Bioacoustics, menjelaskan bahwa program LEAFA merupakan bagian dari inisiatif kolaboratif.
“Melalui LEAFA, kami berupaya memperluas pemahaman mengenai ekologi burung migran serta memanfaatkan bioakustik sebagai alat penting dalam penelitian konservasi. Kami ingin membangun jejaring riset yang berkelanjutan lintas negara,” tuturnya.
BACA JUGA: Puluhan Guru SMP Ikuti Workshop Pemanfaatan AI di Balai Tekkomdik Yogya
Prof Ir Ign Pramana Y MSi PhD dosen Fakultas Teknobiologi UAJY sekaligus koordinator lokal menyampaikan bahwa UAJY bangga menjadi tuan rumah agenda internasional ini.
“Melalui program ini, kami tidak hanya mendapatkan pelatihan dan fasilitas riset, tetapi juga kesempatan untuk memperluas kolaborasi internasional. Kegiatan workshop ini menjadi ajang untuk berbagi hasil penelitian sekaligus merencanakan arah kolaborasi jangka panjang,” ungkapnya.
BACA JUGA: Nashila Syahla Rilis 'Surat Kecil untuk Nabi' pada 110 Hari Jelang Ramadhan
Hari kedua workshop diisi dengan diskusi mendalam mengenai topik-topik utama, yaitu publication, protocols, sound library, dan outreach. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka di hadapan peserta lainnya, menciptakan suasana belajar yang dinamis dan saling menginspirasi.
BACA JUGA: Lakalantas Maut BMW Kontra Vario di Sleman, Terdakwa Divonis 14 Bulan
Setelah sesi presentasi, kegiatan dilanjutkan dengan training session yang berfokus pada pengembangan research question dan data layer sebagai dasar dalam membangun riset yang kuat dan terarah. Sebagai penutup, peserta diajak untuk mempelajari lebih jauh tentang birdnet dan data pipeline, memperkaya wawasan mereka dalam inovasi dan kolaborasi lintas bidang penelitian.
BACA JUGA: Ibu Muda 'Bobol' BMT Projo Artha Sejahtera Ratusan Juta, Begini Modusnya
Rangkaian acara pada hari ketiga dilanjutkan dengan kegiatan training session yang berfokus pada penguatan kemampuan teknis melalui implementasi praktis. Agenda utama di hari ketiga ini adalah pendalaman materi mengenai Custom Classifier.
Sesi pelatihan tidak hanya pembahasan teoritis, melainkan langsung dilanjutkan dengan sesi praktik yang intensif. Para peserta diajak untuk mempraktekkan langsung konsep yang dipelajari. Contoh kasus dipaparkan menggunakan crop model sebagai ilustrasi nyata penerapan Custom Classifier di lapangan.
BACA JUGA: ISI Yogya Hadirkan Inovasi Pembelajaran Vokal Hybrid Jawa di Caturharjo
Pada closing ceremony, Dekan Fakultas Teknobiologi, apt. Ines Septi Arsiningtyas SFarm MSc PhD menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta dan juga tim yang telah menyukseskan kegiatan ini selama tiga hari. Ia berharap acara ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat berlanjut dengan topik baru yang berkaitan dengan sains, teknologi, dan community. (*/Red)
