Perdagangan Turun Drastis di Pasar-pasar Tradisional Bantul

share on:
Sekilas pemandangan depan Pasar Imogiri Bantul || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Sejak wabah Covid -19 merebak hingga kini aktivitas perdagangan di pasar -pasar tradisional yang berada di wilayah Bantul, belum normal. Kondisi sepi transaksi dialami oleh hampir semua pedagang, Sabtu (11/4/2/020).

Pemantauan yogyapos.com di Pasar Imogiri, Niten dan Bantul misalnya menunjukkan, sebagian para pedagang masih banyak yang belum berjualan. Kalau pun ada sejumlah pedagang yang membuka lapak dagangannya, maka itu pun terbatas waktunya. Sekalipun jumlah barang dagangan sembako dan lainnya masih mencukupi, namun pemasarannya justru masih lesu, omzet turun drastis dan pengasilannya pun tidaklah seberapa   

Yantinah pedagang sembako dan Harni produsen juga pedagang tahu.di pasar Imogiri, menuturkan meski selama dua hari terakhir akktvitas di Pasar Imogiri sedikit mulai ramai dibanding hari-hari sebelumnya, namun pembelinya masih relatif sedikit.

Sementara itu ketentuan dari Dinas Perdagangan Bantul menunjukkan bahwa waktu berdagang dibatasi yaitu untuk pasar bertipe A (Imogiri, Bantul, Piyungan dan Niten) setiap harinya waktu jualan maksimal sampai pukul 12.00 WIB. Sedangkan ada pula pasar yang terpaksa harus tutup sekitar pukul 10.30 WIB. 

Menurut Agung, petugas di pasar Niten, bahwa stok sembako masib mencukupi. Di sisi lain sayuran seperti wortel, sawi hijau stoknya jauh lebih sedikit dan sulit didapatkan. Ini karena truk-truk yang mengangkut sayuran asal Kopeng Magelang juga banyak yang terpaksa tidak memasok dagangannya akibat adanya larangan (pembatasan) kendaraan masuk Yogya terkait menghindari penularan Covid-19.

Sedikit info harga sembako beras meduim Rp 10.000 per kg, daging sapi Rp 98.000 per kg dan ayam potong Rp 20.000 per kg. (Supardi)

 


share on: