Peresmian PKU Muhammadiyah Imogiri Diwarnai Minum Vitamin Bersama

share on:
Wabup Joko Purnomo bercengkerama dan ajak minum vitamin bersama sejumlah siswa-siswi || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Minum vitamain untuk pencegahan stunting kepada para siswa Muhammadiyah pembagian dari organisasi kemasyarakatan (ormas) mewarnai peresmian  Klinik Pratama Rawat Inap PKU Muhammadiyah Imogiri Bantul, di Wukirsari Imogiri, Selasa (12/11/2022).

Kegiatan dalam upaya mendukung pencegahan stunting kali ini, secara simbolis vitamin diberikan oleh Wakil Bupati Joko Purnomo beserta Kapolres dan para Petinggi Muhamadiyah. Mereka Ketua Pimpinan Daerah Muhamadiyah Bantul Drs H Syahari, Wakil Ketua PWM DIY Dr H UntungCahyono dan salah seorang PPM dr H Agus Taukurrahmat disaksilan ratusan tamu undan.

“Kini secara simbolis jumlah siswa yang diberikan fitamin ada empat. Sedangkan jumlah seluruhnya yang diberikan untuk TK dan SD mencapai sekitar 11.288 siswa dan yang SMP, SMA dan SMK/ sederajad sekitar 720 siswa,” kata Drs H Syahari.

Dikatakan, tentang pembangunan klinik ini sendiri dua tahun lalu telah dilakukan peletakan batu pertama pembangunannya. Telah dilakukan dua tahun yang lalu. Lahannya merupakan tanah wakaf dari Ibu Hj Siti Salamah seluas 267 meter persegi dan melalui pembelian seluas 272 merer persegi. Bangunannya sekitar 400 meter persegi.

Sementara itu, Wabub Bantul Joko Purnomo dalam.sambutannya mengatakan seraya mengajak agar ada kelanjutan mengaplikasikan ajakan Pendiri Muhamaadiyah KH. Ahmad Dahlan yang berisikan hidup hidupi Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah.

“Bahwa berdasarkan sejarah KH. Ahmad  Dahlan juga mengajarkan untuk  melakukan amal sholih melalau pendidikan (sekolah), kesehatan (rumah sakit). Maka diharapkan klinik ini bermanfaat mewujudkan derajad kesehatan masayarakat Bantul,” kata Joko.

Wakil Ketua PWM DIY Untung Cahyono, menyatakan penanganan kesehatan kepada masyarakat merupkan bagian dakwah Muhamamadiyah. Maka ini harus dikelola secera cepat dan profesional sehingga klinik ini tiga tahun mendatang diharapkan menjadi RS tipe D.

Pada kesempatan ini, Agus Taukurrahmat, mengungkapkan, berdasarkan standar dari WHO bahwa pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui rumah.sakit adalah 5 tempat tidur untuk/1000 penduduk. Kini termasuk di DIY masih satu tempat tidur untuk 1000 penduduk.

“Maka ini bisa diartikan bahwa pengelolaan rumah sakit di lingkup DIY dan Nasional  masih dituntut untuk meningkatkan kapasitasnya. Ini juga akan terus diupayakan oleh Muhammadiyah,” tutur Agus. (Spd)

 


share on: