Pergelaran Wayang 'Ngamarta Binangun' Meriahkan HUT ke-64 Korem 072/Pmk

share on:
Penyerahan wayang oleh Danrem Brigjen Bambang Sujarwo kepada Ki Rubiyanto menandai pergelaran lakon 'Ngamarta Binangun' di pelataran Makorem 072/Pmk, Sabtu (6/9/2025) malam || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Merayakan HUT Ke-64, Korem 072/Pamungkas menggelar pagelaran wayang kulit lakon ‘Ngamarta Binangun’ dengan Dalang Ki Rubiyanto, di halaman Makorem setempat, Sabtu (6/9/2025) malam.

BACA JUGA: Agung Dwi Nugroho Pimpin PKS Bantul Periode 2025-2030, Ini Targetnya

Dalam pertunjukan oleh dalang asal Kulonprogo itu, penonton disuguhkan tentang kisah perjuangan Pandawa membangun Kerajaan Amartha, sepeninggal ayah mereka Prabu Pandu Dewanata. Pandawa menuntut hak mereka kepada penguasa Astina, Prabu Destharata.

Prabu Destharata memberikan mandat kepada Pandawa untuk terlebih dahulu membuka hutan (mbabad alas) Wisamartha. Usaha mbabad alas tidak mudah mereka lakukan. Pandawa diuji dengan berbagai cobaan, hingga akhirnya mereka berhasil membangun Kerajaan Amartha.

Penonton suntuk menikmati pergelaran wayang || YP-Ist

Danrem Brigjen Bambang Sujarwo SH MSos MM dalam sambutannya mengatakan, Korem 072/Pamungkas genap berusia 64 tahun, ini merupakan usia yang matang, penuh dengan sejarah pengabdian, perjuangan, dan dharma bakti  kepada  bangsa dan negara. 

BACA JUGA: 605 Siswa Lulus Dikmaba Infanteri TNI AD, Ini Pesan Jenderal Maruli

"Korem 072/Pamungkas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat Yogyakarta berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Polri, instansi terkait dan seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta guna menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif," tegasnya.

Ki Rubiyanto memainkan lakon || YP-Ist

Wayang, ujar Danrem, bukan hanya sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang kaya akan nilai-nilai luhur. Di balik setiap lakon dan tokohnya, tersimpan pesan moral tentang kebaikan, keadilan, dan persatuan. 

BACA JUGA:Milad ke-76, SMA Muhi Yogya Gelar Sarasehan Hadirkan Rektor UII

Ia juga berharap pagelaran wayang kulit ini dapat menjadi jembatan yang menyatukan kembali hati dan pikiran kita, meredakan ketegangan, dan memperkuat tali persaudaraan antar sesama anak bangsa, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Sebagai bagian dari masyarakat Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya, Korem 072/Pamungkas memiliki komitmen kuat untuk turut serta melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang ada," pungkas Brigjen Bambang.

Pagelaran Wayang Kulit ini merupakan bagian dari perayaan HUT Korem 072/Pamungkas Ke-64 Tahun 2025 yang bertujuan melestarikan Seni dan Budaya Nasional. (*/Met)

 


share on: