PERNIKAHAN yang digelar di rumah ataupun di Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan hal yang umum, berbeda yang digagas oleh Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais). Prosesi ijab qobul dengan penerapan protokol kesehatan dipimpin langsung oleh kepala KUA Pakem Edy Hermanto SAg.
Tujuh pasang pengantin melangsungkan prosesi Ijab Qobul secara unik dan baru pertama kali di dunia, yakni dengan memilih lokasi di tengah kebun salak yang terdapat bangunan pintu air atau grojogan dengan mahar cincin kawin perak seberat 4 gram dan 1 kg buah salak pondoh yang berlangsung diarea Kemuning Kopi & Senja, Pulowatu, Kapanewon Pakem, Kamis (19/5/2022).
Ketua Golek Garwo Fortais Indonesia dan Nikah Bareng Nasional, RM Ryan Budi Nuryanto mengatakan kegiatan nikah bareng dilaksanakan dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional sekaligus menyemarakkan HUT ke-106 Kabupaten Sleman dengan tajuk Energy of Mountain Merapi.

Sebagian dari 7 pasang pengantin bersama panitia usai prosesi pernikahan || YP-Agung Dwi Purwanto
“Forum Ta’aruf Indonesia Sewon, Bantul bekerjasama dengan Kemuning Kopi & Senja Pulowatu didukung Paguyuban Pranatacara Yogyakarta, sejumlah make up artist, RS. Siloam Hospital Yogyakarta, Fotografer, Latifa Jewerly , Jevanti Catering dan berbagai pihak dengan tata rias pengantin nusantara,” jelas Ryan.
Menurut dia, kegiatan ini diadakan dengan tujuan ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat dan membangun semangat bersama untuk membangkitakan sektor ekonomi masyarakat dengan wedding destination karena daerah DIY ini kaya kekayaan alam dan kulinernya sekaligus agar terus waspada terhadap penyebaran Covid-19 dan membangun solidaritas masyarakat di masa pandemi untuk bangkit bersama menuju endemi.
“Bahwa hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama sebagai anak bangsa agar berbagai permasalahan sosial yang ada menjadi masa lalu karena kehidupan yang lebih baik akan bisa diwujudkan sekaligus berdoa bersama bagi Negeri kita agar aman dan makmur jauh dari berbagai masalah yang mendera sekarang ini. Aman dalam arti seluas-luasnya tidak ada Covid-19, bunuh diri atau iri dengki dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Pelaksanaan ijab qobul di kebun salak || YP-Agung Dwi Purwanto
Salah satu pasangan nikah Setyo Kristiawan (22) dan Susi Fatian (20) keduanya warga Pakem menyatakan sangat bersyukur bisa menjadi bagian untuk mengkampanyekan salak pondoh sambil berbagi kebahagiaan merupakan kenangan terindah yang tak mungkin bisa dilupakan.
“Dengan kegiatan ini menambah bekal kami untuk bisa membina keluarga besok sekaligus bisa menjadi bagian mengkampanyekan hal-hal yang positif lewat acara ini serta mengajak bagi yang belum menikah untuk segera menikah di DIY,” tutur Setyo didampingi pasangan Agus Suyatno (36) dan Siti Aminah (31) warga Turi Sleman.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE, Owner Kemuning, H Julianto dan Panewu Pakem, Rakhmat Harianawan disaksikan jajaran Forum Komunikasi Kapanewon Pakem. (Opo/Agung Dwi Purwanto)
