Pesan Isra Miraj Haedar Nashir: Ilmu Juga Bersifat Ilahiyah Profetik

share on:
Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah || YP-Ist

RISALAH Isra Miraj harus dimanfestasikan dalam kehidupan sehari-hari. Meyakini perjalanan agung yang telah dilakukan Nabi Saw tersebut harus pula diikuti dengan kebaikan dalam bertutur kata, berpikir, dan bertindak. 

Selain itu, risalah Isra Miraj harus menjadi pendorong untuk melahirkan etos ilmu. Perpaduan antara iman dan ilmu ini akan melahirkan individu yang memiliki derajat tinggi di hadapan Allah (QS. Al Mujadilah: 11).  

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-richard-eliezer-sidang-etik-dan-tekad-mengabdi-sebagai-anggota-polri-9740

Iman dan ilmu akan membuat kaum muslimin tinggi derajatnya. Maka tidak cukup kita beriman. Kalau kita ingin meningkatkan kualitas hidupnya, berderajat tinggi, dengan semangat Isra Miraj, mari kita tingkatkan kualitas ilmu.

Adanya kombinasi antara iman dan ilmu dalam peristiwa Isra Miraj ini memberikan pelajaran agar senantiasa melibatkan dimensi metafisika. Artinya, dalam setiap laku aktivitas sehari-hari termasuk dalam keilmuan, mesti melibatkan aspek-aspek ruhaniah. 

Ilmu tidak sekadar pengetahuan verbal tetapi juga ada dimensi yang bersifat ilmu ilahiyah-profetik.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-dr-haedar-nashir-msi--masyarakat-butuh-pencerahan-allah-tidak-suka-inkonsistensi-278

Iman dan ilmu juga mesti melahirkan pribadi yang gemar melakukan amal saleh. Dalam artian, menebarkan kehidupan yang serba utama, membawa pada kondisi yang maslahat, dan menolak segala potensi yang mengandung mudharat, baik untuk diri sendiri, keluarga, atau bahkan lingkungan bangsa kemanusiaan semesta. (Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah)

 

 


share on: