PKB-PDIP Bantul Gelar Rapat Tertutup Perkuat Koalisi

share on:
Abdul Halim Muslih menjawab konfirmasi wartawan usai menggelar rapat koalisi || YP/Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - DPC PKB dan DPC PDI Perjuangan Bantul DIY mengadakan rapat secara mendadak dan tertutup untuk umum, di salah satu tempat Jalan Yogya-Parangtritis. Pertemuan ini untuk membahas berbagai hal terkait dengan Pilkada kabupaten ini tahun 2020, termasuk pematangan, tindak lanjut dan rencana strategi tentang koalisi antarkeduanya.     

Informasi yyang dihimpun yogyapos.com menyebutkan, rapat koordinasi dan konsolidasi ini dipimpin oleh Ketua PKB Bantul Drs H Abdul Halim Muslih yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bantul. Sedangkan pihak DPC PDI Perjuangan dipimpin oleh Ketuanya yang juga anggota DPRD DIY Joko Purnomo SE. Para anggota FPKB dan FPDI Perjuangan juga hadir dalam pertemuan.

Menjawab pertanyaan wartawan, Ketua DPC PKB Bantul Drs H Abdul Halim Muslih mengungkapkan pertemuan kali ini adalah sebagai acara yang penting bagi PKB dan PDI Perjuangan. Tentang rencana koalisi PKB dengan PDI Perjuangan sudah jelas dan matang. Maka dalam rapat  kali diperkuat dan diamantapkan lagi.

"Di dalam koalisi ini adalah bisa dibilang koalisinya antara kaum santri (PKB) dengan kaum Marhenis (PDIP). Semacam ini sebenarnyan sudah pernah terjadi pada masa pengusiran penjajahan Belanda. Yaitu yang dilakukan oleh Hisbullah (kaum santri) dengan Bung Tomo (nasionalis) untuk mengusir penjajah. Hal semacam ini akan kami diterapkan saat Pilkada 2020 di Bantul,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Bantul Joko Purnomo, bahwa koalisi itu diyakini nantinya akan kuat untuk pasangan PDI Perjuangan dan PKB.

"Koalisi PKB-PDI Perjuangan sudah jelas dan sudah pasti. Maka akan lebih diperkuat, bahkan apabila mungkin akan dipeluas lagi untuk strateginya dan kesepakatan lainnya," kata Joko.

Menjawab pertanyaan tentang pasangan Cabup-Cawabup, hal itu akan diserahkan dan diputuskan oleh DPP PDI Perjaungan bersama dengan DPP PKB.

"Kami keduanya sepakat bulat akan menerima hasil keputusan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum DPP PKB Pak Muhaimin Iskandar, apakah Cabupnya dari PKB atau sebaliknya,” jelas Joko. (Supardi/Met)

 

 

 

 


share on: