Yogyapos.com (BANTUL) - Sebagai upaya memberikan pelayanan kepada masyaraka pada masa pandemi, Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul mendirikan shelter untuk perawatan kepads para penderita Covid-19 di Gose Kabupaten Bantul. Peresmian sarana prasarana kesehatan dengan nama shelter Covid-19 GOSE PKU Muhammadiyah Bantul ini, dilakukan oleh Bupati Drs H Suharsono, Direktur PKU Muhammadiyah dr Widianto Dhanang Prabowo MPH, Ketua PWM DIY H Gita Danu Pranata SE MM, Ketua PDM Bantul Drs H Sahari dan sejumlah para undangan, Kamis (11/2/2021).
Menurut Direktur PKU Muhammadiyah Bantul, dr Widianto Dhanang Probowo MPH, shelter ini terdiri dari 32 tempat tidur (ruang rawat). Selain itu juga dilengkapi dengan WiFi, alat untuk pentelisasi udara, alat digetal tensi mefer, oxigen meter (ukur ogsigen) dan komputer komunikasi untuk pasien. Peralatan itu untuk menghindari terjadinya kontak langsung pasien dengan para petugas di RS unruk memutus penyebaran Covid- 19", kata dr Widianto.
Menurutnya, pembagunan sheter mempergunakan lahan eks gedung futsal Gose. Biaya seluruhnya belum bisa diketahui secara pasti, namun untuk sementara ini sudah menghabiskan sekitar Rp350 juta. Ini akan terus dilakukan penyempurnaan supaya lebih representatif bagi pasien dan karyawan.
“Tentang sistem pembiayaan perawatan bagi pasien, prinsipnya dibuat semurah mungkin. Artinya akan digunakan sistem adanya keringanan bekerjasama dengan Muhammadiyah melalui keanggtaan, amal Usaha, Lazizmu dan dengan sistem adanya keringanan. Shelter diperuntukan kepada masyarakat yang terkena Covid -19 yang OTG dan ringan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Bantul Drs H Suharsono, dalam sambutannya, mengatakan pamdemi Covid-19 berdampak dan menyulitkan semua pihak. Dampak tersebut tidak hanya terbatas di Wilayah DIY melainkan juya hingga ke suluruh dunia. Maka pemberantasannya memerlukan upaya dari semua pihak termasuk oleh RS PKU Muhammadiyah Bantul salah satunya melalui mendirikan shelter ini.
“Saya selaku Bupati Bantul beberapa waktu silam juga telah mendirikan RS Khusus Lapangan di Bambanglipuro untuk isolasi dan perawatan para penderita Covid-19. RS itu juga berfungsi dengan baik hingga kini,” kata Suharsono.
Sedangkan Ketua PDM Bantul Drs H Syahari mengatakan, Muhammadiyah mendirikan rumah sakit teemasuk didalammnya shelter ini adalah untuk dakwah yang diilhami Surah Al Ma'un (untuk peduli dengan ruh dakwahnya kepada yang memerukan pertolongan.
Hal senada disampaikan Ketua PW Muhammadiyah DIY, H Gita Danu Pranata SE MM, mengungkapkan shelter ini didirikan dimaksudkan untuk memanifestasikan kesabaran dan ikhtiar adanya pandemi Covid-19. Artinya
sabar dengan melakukan upaya aktif dan kreatif dalam memberantasnya melalui amal usaha Muhammadiyah. (Supardi)
