Yogyapos.com (KEEROM) - Prajurit Pos KM 140 Satgas Pamtas Yonif 403/Wirasada Pratista ikut mendampingi membantu panen sagu yang dilakukan warga di Desa Monggoefi, Keerom, Papua. Kegiatan pendampingan ini dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat dan membangun ketahanan pangan masyarakat di Papua.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 403/Wirasada Pratista Mayor Inf Ade Pribadi Siregar SE MSi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua, Selasa (30/03/2021).
Dansatgas mengatakan, bantuan oleh anggota Pos KM 140 yang dipimpin Danpos Letda Inf Hengky Dwi C sebagai upaya mendampingi dalam memberikan bimbingan pengolahan sagu yang baik di desa Monggoefi, Distrik Yaffi.
“Wilayah Distrik Yaffi merupakan daerah yang berpotensi sebagai sumber logistik wilayah yang dapat diberdayakan masyarakat,” ungkap Ade.
Untuk itu, pihaknya telah menekankan kepada Pos KM 140, agar potensi hasil sagu yang sudah berjalan dapat diberdayakan dan ditingkatkan melalui pendampingan saat panen,” imbuhnya.
Dansatgas juga mengatakan, sebagian besar warga di Kampung KM 140 lebih memilih sumber daya sagu sebagai mata pencaharian mereka, karena potensi wilayahnya yang banyak ditumbuhi pohon sagu dan merupakan bagian perekonomian warga.
Lebih lanjut saat melaksanakan panen, tambah Ade, Pos KM 140 bersama warga melakukan panen sagu dengan cara ditogog dari pohon sagu yang sudah ditebang, kemudian diperas secara manual dan diolah agar siap digunakan.
“Untuk mengolah sagu yang dipanen, warga kampung menggunakan alat tradisional secara turun temurun yang digunakan untuk mengolah sagu menjadi sumber penghasilan masyarakat,” bebernya.
Sementara itu, Rahman (55) warga desa Monggoefi memberi apresiasi kepada prajurit Pos KM 140 yang turut berperan dalam membantu pendampingan pengolahan sagu di kampungnya.
“Pos KM 140 selalu berada ditengah-tengah warga untuk memberikan bantuan pada kegiatan panen sagu, dalam rangka meningkatkan hasil produksi sagu di desa, selain untuk di jual, bahan dasar sagu banyak yang bisa kami olah menjadi makanan salah satunya seperti papeda,” ujarnya. (*/Met)
