Praktisi Humas Harus Melek Digital

share on:
Audiens tampak antusias menyimak pemaparan kehumasan dari para nara sumber || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) menggelar Konvensi Humas Nasional (KNH) 2019 di Ballroom Hotel Sahid, Babarsari Sleman, Senin (16/12). Pada konvensi tersebut memberikan 5 rekomendasi di sektor kehumasan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam mewujudkan visi Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul, Indonesia Maju.

Lima poin tersebut yakni: SDM harus adaptif di era digital, perhatian pemerintah terhadap local wisdom (kearifan lokal), integrasi antara digitalisasi dengan kearifan, membangun brand lokal secara solid dan kolaborasi antar sektor yang saling mendukung.

Ketum Perhumas Agung Laksamana mengungkapkan, pada era saat ini SDM humas harus memiliki kemampuan digital, wawasan global, berorientasi bisnis, cepat tanggap dan pemahaman tentang kearifan lokal.

“Humas tidak bisa berdiri sendiri sehingga dibutuhkan kolaborasi antarsektor untuk bersama-sama mencapai SDM Unggul, Indonesia Maju. Sebagai humas, kita juga harus menyebarkan optimisme dan berita positif tetang capaian bangsa ini,” kata Agung dalam sambutannya.

Tema yang diusung dalam konvensi kali ini adalah: Kearifan Lokal, Solusi Global (Local Wisdom, Global Solutions) yang inline dengan peran SDM humas dalam mensosialisasikan keunggulan yang dimiliki Indonesia.

Agung menambahkan, peran dan profesi humas saat ini semakin kompleks dengan berkembang pesatnya media digital dan teknologi artifisial intelligence (AI). Melawan hoax dan fake news menjadi PR bersama. “Pada KNH 2019 ini kami memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah lantaran memiliki ragam kearifan lokal yang dapat menjadi nilai tambah dalam penciptaan strategi kreatif bidang komunikasi, untuk menghadapi persaingan global. Kearifan budaya akan memberikan perspektif bagi para praktisi humas mencipta solusi kreatif di era globalisasi dan disrupsi saat ini,” lanjut Agung.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, yang hadir membuka KNH 2019, mengajak masyarakat untuk tidak lupa dengan jati diri bangsa dan menyikapi informasi saat ini dengan bijak. “Mari jangan lupakan bahwa budaya kita yang arif ini perlu dijaga dengan hal sederhana, yakni bicara baik,” ungkapnya.  (Dol)


share on: