Prof Timbul Raharjo Mendesain Khusus Piala Bergilir Liga Anak Bantul 2022

share on:
Anak-anak pemain sepak bola dari SSB Pors Segoroyoso terpesona dengan bentuk Piala Bergilir karya Prof Timbul Raharjo seusai mengikuti screening Liga Anak Bantul 2022, Ahad (14/8/2022) || YP-Gigin

Yogyapos.com (BANTUL) - Ada yang istimewa dalam kompetisi sepak bola Liga Anak `Bantul 2022 yang akan digelar digelar Agustus ini. Kompetisi ini memperebutkan piala bergilir yang didesain secara khusus oleh Prof Dr Timbul Raharjo, seorang seniman yang  juga Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Piala berbentuk daun tersebut, diharapkan menjadi simbol bahwa kemampuan anak bermain bola secara profesional didukung sepenuhnya oleh orang tua dan lembaga pendidikan.

“Saya persembahkan piala begilir ini sebagai bentuk kepedulian saya untuk perkembangan sepak bola di usia dini yang tumbuh dengan semangat dan didukung oleh banyak stakeholder,” kata seniman yang juga pengusaha sukses tersebut.

Sebagai bagian dari tahapanLiga Anak Bantul 2022, pada Ahad (14/8/2022) siang diadakan screening kesehatan bagi para calon peserta kompetisi. Untuk memotivasi semangat para peserta, Piala tersebut sempat dipertunjukkan. Mereka menyambut antusias dan berebut untuk menyentuhnya. “Karena bentuknya unik,” kata Iwan, pemain SSB Pors.

Liga anak Bantul sendiri digelar oleh Askab PSSI Bantul dan Dini Mediapro d ikuti oleh 16 Klub U 10 dan 20 klub U12 ini akan digelarpada 20-21 Agustus 2022 di Lapangan Potorono Banguntapan Bantul. Sementara untuk babak final pada 28 Agustus 2022 di Stadion Sultan Agung Bantul.

Rudi Hartono, Ketua Bidang Pembinaan Usia Dini Askab PSSI Bantul menyampaikan, menjamurnya keinginan banyak anak-anak untuk berlajar menjadi pesepakbola professional membuat semangat dan bahagia karena kaderisasi pemain professional semakin mendekati kenyataan.

“Dukungan orang tua yang hebat, sangat menentukan keberlangsungan proses belajar dan berlatih kemampuan anak bermain bola secara profesional dan terukur,” kata Rudi.

Screening jelang laga || YP-Gigin

Saat  screening para calon peserta Liga Anak Bantul, selain ditanyakan oleh tim khusus soal pendidikan dan keluarga khususnya hubungan dengan orang tua. Ada beberapa pertanyaan unik, misalnya ketika ditanyakan nama ayah, ada beberapa anak yang tidak bias menjawab dengan tepat.

“Jadi screening ini bukan sekedar mendapatkan data akurat berkait usia dan pengalaman pendidikan, tapi juga mengedukasi bagaimana membangun keluarga dan hubungan harmonis anak dan ortu,” kata Antok Koordinator Screening. Selain mendapat pertanyaan pertanyaan pendidikan, setiap calon peserta juga dites kesehatannya oleh tim dokter dari RS Nur Hidayah Bantul. (Gigin)


share on: