Yogyapos.com (BANTUL) - Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bantul memerlukan penanganan serius dari Pemerintah dan semua pihak agar hasilnya maksimal.
“Bantul sangat potensial ekonomi kreatif, namun sayang jika penanganannya belum serius dan berintegritas, maka hasilnya juga masih terbatas,” kata Pakar Kriya dan juga Guru Besar ISI Yogyakarta, Prof Timbul Raharjo pada Focus Discution Bantul Kreatif untuk mengembangkan perekomian yang diadakan Bapeda Bantul, Senin (21/11/2022).
BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-prof-timbul-raharjo-pamerkan-63-karya-di-rumahnya-5387
Menurutnya, tata kelola untuk pengembangan perekonomian diperlukan secara komprehensif meliputi potensi seni budaya tradisi, populer dan entepreneur untuk dikembangkan menjadi ekonomi kreatif yang mampu memberikan keuntungan finansial.
Misalnya, museum dan candi jika tidak dikelola secara kreatif dan ada sentuhan kekinian, maka menjadi kurang menarik bagi generasi milenial. Namun apabila diimbangi dengan sentuhan kreatif tentu akan menarik dan laku jual.
“Contohnya saya mendirikan Candi Tirto Raharjo saya dapat untung gede karena ada sentuhan kreatif. Bila itu tidak dilakukan maka ya hanya berjalan di tempat,” tandas Timbul.
Sementara itu, pakar dan pelaku ekonomi kreatif, Arif Budiman, mengungkapkan menggarap ekonomi kreatif harus meliputi dapur dan pemasarannya. Ini diupayan adanya produksi yang baik dan pemasaran luas dan kreatif.
“Barang jadi produk Bantul harus ada entepreunernya. Apalagi ingin tampil di kancah internasional itu harus ada,” kata Arif.
Diskusi ini juga menghadirkan narasumber Ketua Bapeda Bantul Fenti Yusdhayanti dan Asisten II Bantul Bambang Guritno, diikuti 50 peserta dari sejumlah asosiasi dan pelaku usaha di Bantul. (Spd)
