Yogyapos.com (BANTUL) - Bupati Bantul, Drs H Abdul Halim Muslih didampingi oleh Sekda Helmi Jamharis, Kepala Diinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPDPA) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Shelter Kesejahteraan Sosial, di Dusun Kepuh Wetan Kalurahan Worokerten Kapaneewon Banguntapan Bantul, Minggu (30/5/2021).
Proyek senilai Rp 2,9 miliar ini pengerjaannya dilakukan oleh PT Pradita Bumi Kontruksi (PBK) selaku pemenang lelang (tender), setelah melalui proses lelang. Dalam lelang tersebut terdapat 4 rekanan yang masuk nominasi, tiga lainnya PT Joglo Multi Ayu, PT Maju Sarana Mulya dan PT Bayu Utama.
Bupati menyatakan, masalah sosial di tengah masyarakat semakin bertambah dan pelik. Sehingga perlu upaya untuk mengatasinya dan meminimalisir secara lebih serius.
“Sebab itu keberadaan shelter sebagai salah satu sarana prasarana yang diperlukan untuk mengatasi probematika itu,” kata Abdul Halim Muslih dalam sambutannya.
Dikatakan, masalah sosial antara lain gelandangan dan pengemis (gepeng), anak terlantar dan difabilitas. Sekalipun secara umum jumlah gepeng di Bantul cenderung menurun namum penanganannya harus terus ditingkatkan dengan dukungan tenaga dan personil yang dibekali dengan wawasan maupun skil berkualitas, serta didikasi yang tinggi oleh Pemkab dan pihak lainnya.
“Upaya itu semua juga sebagai usaha guna mewujudkian Bantul sebagai daerah layak anak, perempuan dan difabelitas,” tandas Halim seraya menambahkan pengadaan pembangunan shelter ini adalah merupakan pertama kali di Wilayah Bantul bahkan DIY.
Sementara itu, Kepala Dinsos PPDPA Bantul Didik Warsito mengungkapkan bahwa anggaran pembagunan shelter ini senilai Rp 2,9 Miliar, menggunakan APBD Bantul.
“Dengan adanya gedung ini diharapkan bisa untuk melengkapi sarana dan prasarana untuk mengatasi berbagai perosalan masalah sosial di Bantul. Pengerjaan shelter dilakukan oleh PT Pradita Bumi Kontruksi Bangunharjo Bantul.
Pada kesempatan sama, Direktur Utama PT Pradita Bumi Kontruksi, Sigit Imam Suseno kepada sejumlah wartawan, mengatakan pengerjaan bangunan shelter ini selama 180 hari.
“Tentang luas lahan sekitar 1.800 meter persegi (25x70 meter). Salah satu kendalanya adalah pengurukan lahan kedalamannya mencapi 150 centi meter. Tapi itu bisa diatasi,” kata Sigit.
Sigit yakin, pengerjaan bangunan akan selesai pada batas yang telah ditentukan yaitu selama 180 hari pengerjaan. Bahkan diupayakan sebelum batas waktu bisa diselesaikan. (Met/Supardi)
