Yogyapos.com (SLEMAN) - Menjelang akhir masa kampanye Pilkada 2020, puluhan komunitas menggelar deklarasi dukungan untuk pasangan calon bupati-wakil bupati nomor urut 2 Sri Muslimatun-Amin Purnama (MuliA), di Jongke Kopi, Sleman, Rabu (2/12/2020).
“Alhamdulillah hari ini 15 komunitas dari berbagai paguyuban di Sleman memberikan dukungan untuk MuliA, setelah sehari sebelumnya sebanyak 40 kelompok UMKM melakukan hal yang sama. Mereka benar-benar solid dan bertekad memenangkan Bu Muslimatun dan Pak Amin Purnama pada Pilkada Sleman 9 Desember nanti,” ujar Ketua Tim Relawan MuliA, Anas Widiarto.
Acara deklarasi dilanjutkan dengan yel-yel dukungan serta testimoni, antara lain disampaikan oleh Rohmad Teguh (Ikatan Dai Sleman), Sudiyo (Sesepuh PGRI), Ny Suroso (Bina Keluarga Lansia Pakem), Edy Maulana (Komunitas Eks Paskibraka), Sumadiyono (Badko Taman Pendidikan Alquran) dan Yuyun Anfan (GPK).
Pandangan dan sikap mereka sangat tegas, bahwa dukungan pemenangan Sri Muslimatun-Amin Purnomo sesuatu yang final. Panlon bupati-cawabup Sleman ini dinilai figur-figur yang tepat untuk. Masing-masing berpengalaman dan memiliki visi-misi yang baik untuk kemajuan Sleman dan kesejahteraan masyarakatnya.
“Siapa-siapa saja yang berada di belakan MuliA, itulah yang bisa dijadikan pula sebagai pegangan kita. Kekuatan uang akan kalah dengan gerak nurani. Pendukung MuliA seperti pula yang didukungnya, berangkat dari hati nurani,” tegas Rohmad Teguh, Ketua Ikatan Dai Sleman.
Menurutnya, reward perilaku dari gerak hati nurani untuk kebaikan sangat luar biasa dibandingkan dunia seisinya. Karenanya dalam berjuang memenangkan MuliA jangan lupa selalu menyelipkan doa.
Sesepuh PGRI Sleman, Sudiyo menyatakan dalam pribadi-pribadin anggota PGRI terdapat komitmen nasional untuk memberikan dukungan kepada setiap anggotanya yang maju dalam Pilkada. “Bu Muslimatun bagian dari PGRI, karenanya kami mendukung,” katanya.
Bagi dia, dukunga kepada Sri Muslimatun bukan sekadar sentimen keanggotan karena sama-sama bagian dari PGRI. Tapi berdasarkan rekam jejakna pula yang memiliki prestasi dan pengalaman memperjuangkan nasib guru, diantaranya upaya menstatuskan Guru Tidak tetap (GTT) agar penghasilannya minimal sesuai UMR. Menggelontorkan 29 persen anggaran demi pendidikan berkualitas, merata dan terjangkau menuju wajib belajar 12 tahun. “Itu semua ada pada Bu Muslimatun. Karenanya kita dukung dan kawal agar menjadi Bupati Sleman,” tukasnya.
Figur Sri Mulimatun-Amin Purnama diapresiasi kalangan emak-emak, itu pasti. Dan hal ini setidaknya tampak dari testimoni Ny Suroso selaku Ketua Bina Keluarga Lansia (BKL) Pakem yang selama ini merasa diperhatikan.
“Belum lama ini Pak Amin Purnama hadir di acara-acara yang kami gelar. Para lansia berharap beliau akan lebih memerhatikan kami jika jadi wakil bupati mendampingi Bu Muslimatun,” harapnya.
BKL, jelas dia, membagi dua kategori yaitu Pra Lansia usia 45-55 tahun. Sedangkan usia diatas 55 tahun masuk kategori lansia. Jumlahnya cukup banyak, serta masing-masing memiliki keluarga yang punya hak pilih. Mereka siap memilih pasangan MuliA.
Di kalangan milenial, pasangan MuliA tak kalah populer. Hal ini setidaknya disampaikan Edy Maulana selaku Ketua Paguyuban Eks Paskibraka, bahwa melalui Cakruk Enterorenuer, para milenial ikut mengawasi mekanisme dan pelaksanaan dana Rp 100 juta setiap desa. Dari sini terbuka ruang pikir, apresiasi dan kehendak perbaikan akhlak.
Masih beragam testimoni dalam deklarasi tersebut yang tak kalah penting pula. Dari soal kesehatan, hingga perhatiannya terhadap para ustad maupun dai-dai. Dalam hal harapan memenuhi pembangunan aklaqul karimah melalui peran pada ustad ini, Sri Muslimatun-Amin Purnama telah mendapat restu dari kalangan ulama. (Met)
