Yogyapos.com (SLEMAN) - Ratusan anggota Solidaritas Banteng Bersatu (SBB) DIY melakukan aksi damai dan tabur bunga di lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP) atas meninggalnya Supriyanto (44) Satgas PAC PDI Perjuangan, Jumat (1/10/202) siang.
Aksi berlangsung di depan halaman Boshe VVIP Club, mereka mengecam keras insiden kekerasan yang merenggut nyawa anggotanya dan mendesak pihak kepolisian untuk menuntut tuntas.
Sebagian massa yang mayoritas mengenakan seragam khas satgas PDI Perjuangan membentangkan spanduk bertuliskan "Mengecam keras, aksi premanisme di DIY, usut tuntas pelaku penganiayaan Almarhum Supriyanto" dan melakukan orasi.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Sleman, Kuswanto mengatakan saat kejadian kebetulan dirinya sedang berada di Jakarta, sesaat setelah mendengar kejadian saat itu juga dirinya langsung bertemu dan melaporkan insiden ke Sekjen DPP PDI Perjuangan.
"Dan beliau telpon ke Polda dan Sekjen menginstruksikan kepada saya untuk menjaga di wilayah sleman terkait kasus kematian saudara Supriyanto,"kata dia disela aksi.
Dia menyebut bahwa ini merupakan sesuatu wajar, bentuk solidaritas, jika ada teman yang meninggal ibarat perjuangan, ini satu tubuh kalau ada yang dicubit satu yang lain mesti sakit.
“Saya lebih sakit karena saya dimandatkan oleh DPP untuk menjadi komandan batalyon Cakra Buana Sleman otomatis saya merasa sakit manakala yang meninggal itu anggota saya, tapi saya tetap berfikiran dingin sesuai perintah DPP itu kami laksanakan, nanti setelah ini kami langsung bertemu Kapolres untuk menyampaikan yang menjadi aspirasi kami,” tandasnya.
Dalam pernyataanya, pihaknya memberikan tenggang waktu selambat-lambatnya 7 hari ke depan kepada kepolisian untuk menangkap semua pelaku.
Apabila dalam 7 hari ke depan semua pelaku tidak ditangkap, maka kami akan bergerak untuk membantu menuntaskan proses hukum kasus ini sebagai ketidakmampuan aparat.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal Supriyanto, warga Kutu Patran, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman. Korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.00 WIB pada Selasa (28/9/2021) usai mendapat perawatan di RSA UGM. Korban yang merupakan anggota Satgas PDI Perjuangan PAC Mlati, sebelumnya dikeroyok oleh gerombolan orang pada Selasa (28/9/2021) sekira jam 02.00 WIB di area sebuah club di Jalan Magelang, Mlati, Sleman. (Opo/Met)
