Yogyapos.com (BANTUL) - Kabupaten Bantul melalui BPBD dan berbagai eleman masyarakat mengadakan refleksi gempa bumi 27 Mei 2006, di Munumen Titik Pusat Gempa Bumi Srihardono, Kapanewon Pundong Bantul, Kamis (27/5/2021).
Acara menghadirkan sejumlah nara sumber, diantaranya Anggota DPR RI asal DIY Drs H Idham Samawi (Bupati Bantul 2007), dua Wakil Bupati Bantul yang juga Ketua DPRD saat itu, Joko Purnomo, Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan dan Ketua Jurusan Tehnik Geologi Fakultas Teknik Meneral UPN "Veteran" Yogyakarta, Dr Ir Jatmiko S MT.
“Pada saat gempa 27 Mei 2026 jumlah korban jiwa di Bantul mencapai 4.000 sampai 5.000 jiwa dan di DIY mencapai.6.000 jiwa. Banyak bangunan pemerintah dan rumah penduduk luluh lantah. Bantul ketika itu sangat memprihatinkan,” kata Idham Samawi.
Namun, itu semua bisa bangkitn kembali berkat adannya tekad gerakan ‘Bantul Bangkit’ yang digelorakan oleh Pemerintah Kabupaten dan DPRD bersama dengan berbagai elemen masyarakat. Alhasil selama dua tahun kemudian Bantul bisa bangkit kembali merehabilitasi gedung-gedung yang rusak. Berbagai pihak termasuk pemerintah pusat dan bahkan dari manapun beratensi kepada Bantul.
Tekad bersama agar Bantul bisa menggeliat lagi dilakukan melalui berbagai upaya termasuk adannya akses oleh Pemkab Bantul berbgai pihak.
“Ini semua berguna dalam mengingatkan kita dan publik tentang perlunya 'merawat ingatan masyarakat dalam mewujudkan Bantul tanggap bencana',” lanjut Idham.
Jatmika S, menyatakan saat itu pihaknya sebagai unsur dari Perguruan Tinggi dan Ilmuwan juga melakukan berbagai upaya untuk pemulihan Bantul. Salah satunya menemukan bahwa tempat ini merupakan daratan titik gempa.
“Gempa 27 Mei 2006 fenomena alam yang bila dikaji berguna dalam memberikan pengetahuan terkait kegempaan (ilmu geologi) yang memang diperlukan,” tambahnya.
Sementara itu, Joko Purnomo juga membenarkan apa yang diungkapkan Drs H Idham Samawi, bahwa kata kunci untuk bangkit dari keterpurukan adalah kebersamaan. (Supardi)
