Rektor UNY: Lima Tahun Kedepan Gedung Kuliah Tak Diperlukan Lagi

share on:
Rektor UNY Sutrina Wibawa didampingi GKR Hayu selaku Ketua Dewan Pertimbangan UNY menanda tangani prasasti peresmian penggunaan Gedung Pendidikan Karakter UNY || YP-Sulistyawan Ds

Yogyapos.com (SLEMAN) - Mencermati perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia, Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa memprediksi bahwa penyelesaian kasus Covid-19 itu masih sangat sulit. Oleh karena itu, ia berencana melakukan reposisi serta perubahan sistem perkuliahan dengan lebih banyak membangun ruang Laboratorium dan ruang praktek.

“Kedepan dengan transformasi teknologi, nanti hanya Laboratorium saja yang dibangun, sehingga 5 tahun ini kita harus melakukan reposisi lagi sehingga Gedung-gedung kuliah tidak diperlukan lagi, karena kuliah teori dapat dilakukan secara daring,“ ujar Sutrisna saat memberikan sambutan Peresmian Gedung Pendidikan Karakter di kampus Karang Malang, Rabu (19/8/2020).

Sehubungan dengan hal tersebut, Sutrisna meminta agar para Pembantu Rektor untuk segera merumuskan konsep perkuliahan selama 5 tahun kedepan dengan lebi bantak memfungsikan fasiltas gedung yang ada sebagai sarana laboratorium. Oleh karena itu, ketika UNY menerima bantuan dari sebuah Lembaga untuk pembangunan sarana perkuliahan maka anggaran seluruhnya dipakai untuk membangun Laboratorium.

“Saya kira ini para Dekan harus menganalisis juga, karena nanti setelah tatap muka November–Desember, kelas tidak akan difungsikan sepenuhnya karena harus menjaga jarak,“ tandas Sutrisna. 

Meskipun penanganan kasus Covid-19 ini dinilai sulit, pihaknya tetap berdoa agar vaksin dan obat segera ditemukan agar masyarakat dapat kembali hidup normal. Sementara itu terhadap Gedung Pendidikan Karakter yang baru saja diresmikan, rencana akan digunakan untuk dua kegiatan yaitu keguatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Pendidikan Karakter. Meski demikian, Gedung tersebut juga bisa dipakai untuk kegiatan kemahasiswaan jika ruang Student dirasa  belum memadai. 

Gedung Pendidikan Karakter UNY yang bareda disisi Barat Daya Masjid Mujahidin, dibangun secara bertahap. Tahap I dibangun tahun 2015  dengan dana sebesar Rp 5.547.020.000 dengan pelaksana PT Manggung Mas Perana. Untuk Tahap II  dilaksanakan tahun 2019 dengan dana Rp 6.619.586 dengan pelaksana CV Purnawira Abadi, Sedangkan Tahap III dilaksanakan tahun 2020 dengan dana Rp 4.205.000.000 dengan pelaksana CV Istan Bana Mulia. 

Selain fasilitas ruang kuliah, Gedung  yang terdiri dari 3 lantai ini dilengkapi dengan taman, computer serta ruang baca.  (*/Sulistyawan Ds)

 


share on: