TEKNOLOGI berkembang sedemikian cepat. Dunia seolah ada digenggaman. Untuk mengetahui detail tentang suatu negera, misal Amerika kita tidak perlu pergi ke negara tersebut. Piranti pipih yang dinamai gedged atau gawai itu dapat mengantar kemana pun pergi. Ke belahan dunia manapun bisa. Tidak hitungan menit. Dalam hitungan detikpun jika sinyal kuat dan lancar maka ibarat kata, abra ka da bra sampailah pada detik itu juga. Dan melalui hand phone tersebut apapun bisa kita dapatkan dalam sekejap mata.
Dibalik kehebatan gawai, sebenarnya juga terdapat ancaman yang sisp melumat siapapun itu, tidak terkecuali para anak muda. Maka para generasi muda harus waspada, selalu siap siaga jangan biarkan fisik dan jiwa dirampas oleh penjajah masa kini yang bernama telepon genggam tersebut. Ada beberapa dampak dari gawai yang perlu diketahui oleh para generasi muda. Agar anak muda sebagai aset bangsa terlindas tanpa ampun olehnya.
Pertama, gawai yang kini dimiliki segala usia ini bisa membius dan menina bobokkan. Sehingga yang memegang menjadi malas baik bekerja maupun belajar. Gawai memanjakan mereka untuk enggan beringsut dari tempat tidur. Sehingga seringkali perintah atau permintaan tolong dari orang tua untuk menjemur pakaianpun terbiarkan. Keengganan meninggalkan tempat tidurpun menjaukan generasi muda dari belejar secara luring. Yang biasanya bisa langsung bertegur sapa dengan guru pun mereka enggan.
Kedua, kepedulian sosial bisa berantakan dengan mengenal benda gepeng yang ibarat malaikat dan dhemit ini. Benda pipih ini akan menjadi dhemit atau setan yang mengganggu dan membisikkan kepada si empunya untuk tak peduli lingkungan sekitar. Benda yang ada digenggaman ini bisa mendorong nafsu aluamah untuk seseorang menjadi anti sosial. Tidak mau besosialisasi. Jiwa gotong royong yang dulu terkenal bisa dibunuh dengan sadis oleh benda ini.
Ketiga, kecanduan pada benda ciptaan manusia ini bisa menghancurkan masa depan. Para generasi muda akan terbuai dengan segala fasilitas yang ditawarkan. Padahal fasilits itu adalah fasilitas semu yang menimbulkan adiccted. Tidak ubahnya seperti narkoba dan minuman keras atau sabu-sabu, jika sudah kecanduan maka akan membebalkan pikiran waras. Terlena dan abai terhadap kejadian yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Sampai pada tingkat keparahan yang sempurna akan menjadi penyakit yang sampai harus diobatkan ke rumah sakit. Entah rumah sakit jiwa maupun rumah sakit umum.
Keempat, gawai ini juga dapat menimbulkan perilaku konsumtif. Karena banyak sekali lapak-lapak yang menjual dan menyediakan setiap kebutuhan mereka. Ini yang dapat mendorong sifat konsumtif. Sifat yang sebenarnya harus di jauhi oleh para generasi muda. Mereka belum bekerja, mereka hanya meminta uang kepada orang tuanya. Jika perilaku konsumtif ini sudah terjiwai maka melepas uang seberapapun banyaknya akan dengan udah. Ini merepotkan, belanja on line yang memabukkan. Karakter anak muda akan tercabik jika sudah kalap dengan perilaku konsumtif melalui media on line.
Lalu bagaimana agar generasi muda mendapatkan warning sehingga tidak tergelincir dengan gadged? Ada beberapa hal yang harus diperhatikan betul oleh pada generasi penerus bangsa yaitu dengan, sadar betul bahwa hidup ini adalah nyata. Jangan selalu menganggap hanya dengan gawai semuanya akan selesai. Anak muda harus tehu betul bagaimana memanfaatkan gawai secara tepat.
Disamping itu juga harus bisa memberikan batasan waktu untuk berapa lama akan mengyunakan gadged. Harus ada pembatasan, bukan all day time with gadged.Gunakan hand phone untuk belajarmenimba ilmu yang bermanfaat. Pakaialah hand phone untuk mendapatkan benefit baik berupa materi dan non meteri. Maka sekali laghi gedged jangan sampai membunuhmu anak muda. Camkan masa depanmu masih panjang. (Dr Akhir Lusono SSn MM, Bekerja pada BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta, Tinggal di Cebongan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul)
