Reresik Corona di Kampus ISI Yogyakarta

share on:
Peserta Aksi Sewon United #5 usai melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan Kampus ISI || YP/Ist  

Yogyapos.com (BANTUL) - Aksi Sewon United #5 yang diinisiasi oleh mahasiswa ISI Yogya, alumni ISI, penggiat seni serta warga sekitar kampus, menggelar agenda sosial dalam balutan penanggulan penyebaran virus Corona di lingkungan Kampus ISI, Senin (30/3/2020).

Gerakan yang mengusung tema ‘Meneguhkan ISI Sebagai Kampus Pembina Insan Seni Pancasila’ diikuti sekitar 50 orang. Aksi ini turut didukung oleh Gerakan Masyarakat Menolak Intoleransi (Gemayomi) pimpinan Lilik Brewok. Dalam kegiatan ini ada pembagian masker bagi mahasiswa dan warga lingkungan kampus, serta penyemprotan disinfektan di sejumlah sudut kampus, kos-kosan dan rumah warga.

Ketua Pelaksana, Emanuel Natalis Olla menyatakan, dalam kegiatan ini pihaknya tetap mengikuti anjuran dan himbauan dari pemerintah. Seperti memakai masker, hand sanitizer serta menerapkan social distancing (menjaga jarak).

“Kami secara tegas menolak adanya paham radikalisme, HTI ataupun khilafah di lingkungan Kampus ISI. Kami juga siap bahu-membahu mencegah penyebaran virus Corona. Dari persepsi kami, bahayanya paham radikalisme, sama dengan bahaya yang ditularkan virus Corona. Sama-sama mematikan,” tegas Emanuel.

Sewon United #5 menurut Emanuel adalah gerakan murni yang diinisiasi mahasiswa ISI dengan mengangkat isu sosial yang terjadi di lingkungan kampus. “Sewon United #5 ini gelaran kelima. Dimulai sejak tahun 2005. Harapan kami dengan kegiatan ini sangat jelas. Yakni mengikis paham radikalisme ataupun HTI di lingkungan kampus, mencegah penyebaran virus Corona. Serta, meneguhkan ISI sebagai kampus seni yang berlandaskan Pancasila,” imbuhnya.

Sementara itu, Pendiri Komunitas Sewon United, Harlen Kurniawan mengatakan, pandemi Corona ini harus disikapi dengan cerdas dan lugas. Bukan waktunya lagi saling menyalahkan. Semua harus bahu-membahu menghadapi wabah ini.

“Mari bersama-sama dan bersatu melawan pandemi Corona. Jangan sebarkan hoaks, jangan memutus tali silaturahmi, patuhi anjuran pemerintah, serta jaga kebersihan dan kesehatan,” ujar Harlen.  (Dol)

 

 


share on: