Yogyapos.com (BANTUL) - Para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indomesia (PGRI) Bantul diminta netralitasnya dalam Pilkada 2020. Mereka harus tetap profesional sebagai pendidik tanpa terlibat dalam politik praktis, kendati memiliki hak politiknya sebagai warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam perhelatan demokrasi.
“Baik yang berstatus ASN maupun swasta, para guru jangan ikut terlibat politik praktis di Pilkada Bantul 2020. Jangan melibatkan diri dan jangan mau dilibatkan untuk mendukug pasangan calon/paslon,” kata Ketua Forum Peduli Demokrasi (Fopdek) Bantul, Rohadi Winarta SH, di Bantul, Senin (23/11/2020).
Rohadi mengatakan, ForDek akan mencermati pula sejumlah rangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HUT ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN). Sehingga jangan sampai menjadi ajang kampanye dan proses konsolidasi dukungan suara. Peringatan HUT PGRI ke-75 dan Hari Guru Nasional seyogianya tidak hilang kekhikmatannya.
Fopdek juga berharap proses Pilkada Bantul terhindar dari praktik politik uang dan jual beli suara. Sebab politik seperti itu tidak pernah mendidik dan mendewasakan masyarakat unuk berdemokrasi. Melainkan justru akan menjauhkan masyarakat dalam berdemokrasi secara benar. Apalagi pemungutan suara Pilkada Bantul 9 Desembar 2020 juga bertepatan dengan Hari Anti Korupsi sedunia. Maka itu juga agar menjadi momentum tepat bagi warga Bantul guna membersihkan perilaku korup.
Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Bantul, Mudrik Temu Panggih Raharja, menyatakan terutama guru yang berstatus ASN maupun guru swasta harus nersikap netral dalam Pilkada.
“Prinsipnya guru jangan mau dipengaruhi dan mempengaruhi untuk mendukung dan memenangakan paslon atau timsesnya paslon salam Pilkada,” kata Mudrik.
Dalam surat edaran tentang informasi Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HKN tahun 2020 yang ditanda tangani Wakil Ketua Drs H Suhardo MPd dan Sekretaris Ganjari SPd, disebutkan panitia akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan. Diantaranya pemasangan spanduk, senam sehat, lomba senam sehat, apel bendera dan zoom bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan olahraga Bantul, serta lomba Stand Up Covid-19 yang digelar secara virtual. (Supardi)
