Yogyaos.com (BANTUL) - Sebanyak 60 siswa SMK Negri 2 Yogya, melakukan kunjungan industri ke PT Hari Mukti Teknik (HMT), Selasa (23/5/2023). Mereka diterima langsung H Ashary selaku owner perusahaan yang berlokasi di Padangan, Sitimulyo, Piyungan, Bantul.
Para guru dan siswa sekolah tersebut, merasa takjub setelah menyaksikan langsung proses produksi berbagai jenis mesin laundry di HMT. “Ternyata sudah menggunakan peralatan canggih untuk proses produksinya,” kata R Sutanto, salah satu guru yang memimpin rombongan siswa SMKN 2.
R Sutanto bahkan menyatakan produk mesin laundry yang dihasilkan HMT lebih canggih dibandingkan dengan produk luar negeri. “Dari kapasitas mesin yang mencapai 120 kg merupakan mesin laundry terbesar yang selama ini saya ketahui,” kata Guru yang akrab disapa Pak Raden tersebut.
Pak Raden mengakui bahwa dia tidak membayangkan kalau proses produksi di HMT sudah menggunakan mesin-mesin produksi yang canggih. “Saya makin mantab menitipkan anak-anak untuk praktek industri di sini,” ungkap Pak Raden,
H Ashary.memberi motivasi kepada para siswa || YP-Gigin
Diungkapkan juga bahwa kegiatan kunjungan ke HMT merupakan bagian dari kunjungan industri. Setelah selesai, mereka melanjutkan perjalanan ke Semarang dan Bandung. Di ibukota Jawa Barat tersebut, mereka akan mengunjungi sebuah perusahaan yang bergerak di produksi alat peraga. “Saya betul-betul terkesan dengan Hari Mukti Tehnik semoga kami bisakerja sama untuk praktek kerja industri,” harapnya.
Sebelum melihat langsung kegiatan produksi parasiswa dan guru diterima secara resmi oleh H. Ashary selaku owner dan Nugroho yang menjabat sebagai direktur umum HMT.Dalamkesempatantersebut, parasiswa kelas XI tersebut mendapatkan motivasi agar semangat belajar untuk meraih kesuksesan di masa depan.
“Seorang lulusan SMK seperti saya bias membuat mesin yang harganya miliaran, kalian pasti juga bisa,” kata H Ashary.
Ashary bercerita perjalanannya mendirikan PT HMT yang saat ini menjadi produsen mesin laundry khusus untuk industri dengan merek Kanaba dan Siyuba. Ia mengajak para siswa agar tidak hanya rajin membaca buku tapi juga bias membaca peluang yang ada di lingkungan kita.
Ashary juga berharap kepada mereka yang praktik di HMT ikut terspirasi menjadi generasi yang mandiri dengan menjadi entrepreneur. Dengan banyaknya generasi muda yang terjun menjadi entrepreneur akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat. (Ggn)
