Yogyapos.com (SLEMAN) - Ruwahan Ageng Kiai Panji digelar warga Karang Kepanjen Trimulyo Sleman. Rangkaian tradisi ruwahan (sadranan) digelar tahunan sebagai penghormatan pada Kiai Panji yang dipercaya sebagai pembuka dukuh Kepanjen.
Sejak Sabtu (22/2/2025) malam warga Kepanjen mempersiapkan tradisi turun-temurun ini. Selain membuat 4 gunungan (Nasi gurih, nasi kuning, hasil bumi dan jajanan pasar) dan beberapa ingkung, warga juga mengeluarkan pusaka seperti tombak dan keris untuk dikirab serta memasang unbul-umbul dan membersihkan makam. Ibu-ibu secara berkelompok menyiapkan hidangan dan kuliner yang akan dikirab pada Minggu (23/2/2025) pagi.
BACA JUGA: Songsong Ramadan, Takmir Masjid Al-Hikmah Ajak Warga Saling Memaafkan
Mewakili Kepala Kundha Kabudayan Sleman, Suwarsi mengapresiasi guyup rukun warga Karang Kepanjen dalam menyambut ruwahan. “Ini merupakan media yang efektif untuk mengajarkan generasi muda tentang tradisi budayanya. Sehingga mereka tidak kehilangan akar budayanya,” tandasnya.
Sedangkan Lurah Trimulyo Kholik Harmoko STP dalam sambutannya mengajak agar warga Karang Kepanjen mengingat akan hakikat kehidupan. “Dengan tradisi ruwahan ini kita berharap senantiasa ingat kematian dan segera mempersiapkan bekal berupa amal kebaikan,” pesannya.

Dalam tausiyahnya di hadapan ratusan warga Karang Kepanjen yang memenuhi Makam Kiai Panji, KH Sukamto menitipkan pesan Alquran Surat Az Zumar ayat 73. "Orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Maka mari kita saling mengenal dan berbuat baik secara berjamaah sambil berharap kita bisa masuk dan bertemu di surga secara berjamaah", paparnya.
BACA JUGA: Melalui Festival Sujuds, Panewu Depok Ajak Anak-anak Muda ke Masjid
Kirab Budaya Ruwahan Ageng Kiai Panji diikuti seluruh warga Karang Kepanjen dari semua elemen. Mereka antusias sejak pagi hari dan secara swadaya membuat seragam. Totalitas dan kemandirian warga Kepanjen memang perlu diteladani.
“Dari banyak pendampingan wisata dan budaya, warga Kepanjen memiliki perbedaan. Kohesi sosial mereka terjaga dengan baik, mandiri dan sekali mempunyai program mereka akan total mewujudkan. Jika Sleman memiliki slogan Sembada, itu bisa ditemukan pada kehidupan warga Kepanjen,” tutur Wahjudi Djaja selaku pendamping.
Kirab Budaya Ruwahan Ageng Kiai Panji dilepas Dukuh Karang Kepanjen Erna Nur Rohmi di tapal batas luar Kepanjen. Dalam sambutannya Erna menekankan pencapaian ditetapkan desa wisata Karang Kepanjen.
“SK desa wisata ini merupakan amanah yang tak ringan. Kami mohon dukungan segenap warga untuk bahu-membahu mewujudkan program kita bersama itu,” harapnya.
BACA JUGA: Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah YAKKAP I Membantah dan Ajukan Praperadilan
Kirab budaya dipimpin R Bambang Nursinggih SSn (LKJ Sekar Pangawikan) Yogyakarta. Diikuti Bergada Kiai Panji, para kepala dukuh di Trimulyo, PKK, Karang Taruna Muda Mudi Kepanjen, anak-anak TK/SD serta warga Karang Kepanjen. Selepas umbul donga (doa bersama) di kompleks makam Kiai Panji, dilanjutkan kembul bujana (makan bersama) di rumah RW Kepanjen Aditya Dwi Nugroho.
Hadir dalam Ruwahan Ageng Kiai Panji Prasetyo (Dinpar Sleman), Kapanewon Sleman, Panewu Anom Kapanewon Berbah, Plt Panewu Anom Kapanewon Sleman Sri Lestari SIP, Ketua Desa Budaya Trimulyo dan para tokoh masyarakat Karang Kepanjen. (Iud)
