Saat Cinta Terkonfirmasi di 'Pagi yang Bening'nya Teater Stemka

share on:
Salah satu adegan 'Pagi yang Bening' Teater Stemka di Taman Budaya Yogya

BAGI kaum muda, mengekspresikan perasaan cinta bukanlah hal yang susah. Tak perlu bertanya tentang keberanian atau media ungkap, mereka lihai memanfaatkan momentum. Tapi bagaimana jika kisah tak membawa ke perjodohan dan dalam perjalanan waktu mereka dipertemukan kembali di sebuah taman? Masih garang dan beranikah mereka?

“Bagi saya yang sudah tua, kisah ini memang menarik. Don Gonzalo dan Dona Laura, dua orang tua yang dipertemukan kembali tapi dalam kondisi sudah buruk rupa sehingga malu untuk saling mengakui bahwa mereka dulu saling mencinta,” kata Genthong Hariono, aktor kawakan Yogyakarta.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-puncak-acara-joglitfest-2019-dihadiri-mendikbud-dimeriahkan-jhf-dan-100-sastrawan-976

Drama satu babak terjemahan Sapardi Djoko Damono dari karya Serafin dan Joaquin Alvarez Quintero ini disutradarai Landung Simatupang. Dialog pagi di sebuah taman antara Gonzalo (Yustinus Yantoro) dan Laura (Laksmi Lastari) dalam merajut kembali kisah masa lalu mereka beberapa kali mengundang tawa geli penonton yang memadati Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Minggu (23/10/2022).

Pemilihan Yantoro dan Laksmi yang harus mengadaptasi budaya Spanyol memang pas. Keduanya terlibat dalam dialog panjang untuk saling mengkonfirmasi tahap demi tahap kisah masa lalu mereka. Kadang saling merasa asing, bahkan membenci tetapi setelah saling membuka ingatan justru ada kebahagiaan yang dirasakan.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-sastrawan-iman-budhi-santosa-wafat-cak-nun-almarhum-telah-sampai-pada-maqom-tenang-3275

Kepiawaian Bagus Mazasupa (piano) dan Oscar Artunes (biola) sebagai penata musik patut diberi catatan tersendiri. Irama musik yang mereka mainkan tidak saja mampu membawa suasana pagi di taman dan membawa pentonton untuk bernostalgia, tetapi juga menjadi jembatan penghubung dialog kedua tokohnya. Sentuhan Bagus dan lengking biola Oscar pada saat kedua tokoh membuka kenangan terasa pas dan menusuk.

Didukung Melania Sinaring Putri, Antonius Praba, Sambodo, Atta Hasmi, Banu Febriyanto dan Saga Becket, pentas Teater Stemka ini mampu menawarkan imaji tentang cinta anak manusia. Ada saat cinta itu dikatakan, dibuktikan, dan dikonfirmasi tetapi ada saatnya pula cinta itu cukup dirasakan hangatnya. (Wahjudi Djaja)

 


share on: